Kejati Jateng Turun Tangan Usut Kasus Akuisisi Gedung Oudetrap

Pembelian gedung Ouetrap kini menuai masalah. Setelah Polda Jateng, Kejati Jateng juga turun tangan untuk mengusut kasus ini. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Pembelian gedung Ouetrap kini menuai masalah. Setelah Polda Jateng, Kejati Jateng juga turun tangan untuk mengusut kasus ini. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng kini punya ‘partner’ untuk mengusut kasus pembelian gedung Oudetrap. Kejati Jateng ternyata juga ikut turun tangan menyelidiki kejanggalan akuisisi gedung senilai Rp 8,7 miliar tersebut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jateng, Eko Suwarni mengatakan bahwa sampai saat ini kasus Oudetrap masih dalam tahap penyelidikan. “Statusnya masih penyelidikan. Sampai sekarang kami masih memeriksa saksi dan pengumpulan data dari beberapa orang yang kami duga tahu,” ucapnya, Senin (30/3).

Diakuinya, penyelidikan kasus tersebut juga sudah dilakukan di Polda Jateng atas laporan. Namun pihaknya mengatakan, penyelidikan atas pembelian gedung senilai Rp 8,7 miliar itu bukan tanpa dasar. Menurutnya, pihaknya juga menerima laporan atas kasus serupa.

Sementara, Sekretaris Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng, Eko Haryanto mengapresiasi penyelidikan kasus Oudertrap oleh Kejati Jateng tersebut. Menurutnya, penyelidikan itu diharapkan bisa mempercepat penuntasan kasus tersebut.

“Jangan dibiarkan berlarut-larut karena masyarakat membutuhkan kepastian hukum atas pembelian gedung yang nilainya tidak wajar itu,” tandas Eko.

Pembelian gedung Oudetrap oleh Pemkot Semarang senilai Rp 8,7 miliar memang dianggap tidak wajar. Nominal itu dianggap terlalu besar untuk gedung yang pernah dilelang oleh bank sebesar Rp 2,4 miliar. (yas)

You might also like

Comments are closed.