Kejati Tahan Kapala Dinas PSDA-ESDM Semarang

Nogroho Joko Purwanto (bertopi) saat dibawa menuju mobil tahanan di Kejati Jateng, Selasa (18/8). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Nogroho Joko Purwanto (bertopi) saat dibawa menuju mobil tahanan di Kejati Jateng, Selasa (18/8). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Penyidik Kejaksaan Tinggi Jateng akhirnya menahan Nugroho Joko Purwanto, tersangka kasus dugaan korupsi Kolam Retensi Muktiharjo Kidul, Selasa (18/8). Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Semarang itu dianggap bertanggung jawab dalam kasus yang berpotensi merugikan keuangan negara Rp 4,7 miliar itu.

Kepala Seksi Penyidikan Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati Jateng, Imang Job Marsudi mengatakan, penahanan yang dilakukan terhadap tersangka sebagai bentuk antisipasi agar tidak melarikan diri serta menghilangkan barang bukti.

Mengenakan topi cokelat dan rompi tahanan berwarna oranye, Nugroho digiring petugas menuju Lapas Kedungpane. “Penyidik memutuskan untuk menahan tersangka. itu juga untuk mempermudah dalam melakukan penyidikan,” kata dia.

Sebelumnya, penyidik juga telah menahan tiga tersangka lain dalam kasus serupa. Mereka adalah  Komisaris PT Harmony International Technology (HIT) Tri Budi Purwanto, Direktur Utama PT HIT Handawati Utomo, dan Direktur Utama CV Prima Design Tyas Sapto Nugroho. Ketiganya resmi ditahan sejak Rabu (12/8).

Seperti yang diketahui, PT Harmony merupakan kontraktor pelaksana proyek kolam pengendali banjir senilai Rp 34,9 miliar itu. Sementara CV Prima Design merupakan konsultan pelaksana. Nugroho sendiri sedianya juga diperiksa pada pekan kemarin, namun dia berhalangan karena sakit.

Nugroho merupakan kuasa pengguna anggaran (KPA) dan ditetapkan sebagai tersangka sejak 25 Mei 2015 bersama Komisaris PT Harmony International Tri Budi Purwanto. Dalam kasus ini, kejati telah menetapkan enam tersangka. Saat ini masih ada dua tersangka yang belum ditahan, yakni Kepala Bidang Sumber Daya Air Energi dan Geologi pada Dinas PSDA-ESDM selaku PPKom dan Imron Rosyadi selaku konsultan pengawas.

Lebih lanjut Job Marsudi menambahkan, pihaknya masih akan melakukan pemanggilan terhadap dua tersangka lain untuk menjalani pemeriksaan. “Kami sudah jadwalkan untuk pemeriksaan,” imbuhnya. (yas)

 

You might also like

Comments are closed.