Kejati Tahan Rekanan Proyek Kolam Retensi Muktiharjo

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Kejaksaan Tinggi Jawa Tangah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka kasus Kolam Retensi Muktiharjo Kidul, Semarang, Rabu (12/8). Mereka merupakan rekanan dalam proyek senilai Rp 33 miliar tersebut.

Ketiganya yakni, Direktur PT Harmony International Technology (HIT) Handawati Utomo, Tri Budi Purwanto selaku Komisaris PT HIT dan Tyas Sapto Nugroho selaku direktur CV. Prima Design yang juga sebagai konsultan pengawas. Mereka ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebelumnya.

Penyidik kejati sebenarnya melakukan pemanggilan kepada empat tersangka termasuk Kepala Dinas PSDA-ESDM Nugroho Joko Purwanto. Namun Joko berhalangan hadir dengan alasan sakit.

“Kami memanggil 4 tersangka, yang datang 3 langsung kami tahan. Nah, yang tidak datang itu Nugroho Joko Purwanto, alasannya sakit dan suratnya ada. Rencana minggu depan kami panggil ulang ke kejati,” kata Kepala Kejati, Hartadi.

Kendati demikian, saat ditanya kemungkinan Nugroho akan ditahan dalam pemanggilan yang akan datang, Hartadi meminta agar jangan berandai-andai. “Tunggu dulu, jangan terburu-buru,” katanya.

Menurut Hartadi, penahanan ketiganya setelah penyidik melakukan  beberapa kali pemeriksaan, barulah tersangka ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

Selain itu, Hartadi menambahkan bahwa pihaknya belum menerima pengembalian kerugian negara. Namun, tim ahli penyidik telah menghitung kerugian negara yang mencapai Rp 4,7 miliar. Itu pun belum sepenuhnya terhitung semua lantaran pihaknya masih akan menghitung jumlah kerugian secara keseluruhan.

Seperti diketahui, Kejati Jateng telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam retensi di Muktiharjo, Semarang.

Hingga saat ini penyidik belum melakukan penahanan terhadap dua tersangka dari pihak Pemkot Semarang. Yakni Kepala Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang, Nugroho Joko P dan  Rosyid Husodo Kabid Sumber Daya Air Energi dan Geologi Dinas PSDA-ESDM selaku pejabat Pembuat Komitmen (PPKom). (yas)

 

You might also like

Comments are closed.