Kekerasan-Kekerasan di Semarang dan Buron Tabrak Lari yang Tertangkap

Polisi menyebut, pembunuhan dilakukan dengan motif dendam atas perlakuan korban yang dilakukan terhadap dua tersangka, sebelumnya

PEKAN-pekan sebelum ini, warga Kota Semarang “dihajar” teror pembakaran kendaraan dan penyerangan geng remaja. Namun hingga kini, kekerasan masih saja menghiasi laman kabar-kabar tentang Kota Semarang.

Kali ini kekerasan terjadi pada kalangan kalangan terdidik. Selasa, 26 Februari 2019, seorang mahasiswa asal Merauke, Papua, ditemukan tewas di Kawasan Industri Terboyo Blok D, dekat Tempat Penimbunan Pabean Sementara KPPBC Tanjung Emas Balai Lelang PT Sentral Java Multimedia Semarang.

pembunuhan mahasiswa
Polisi mengevakuasi jasad mahasiswa asal Merauke yang ditemukan tewas di Kawasan Industri Terboyo Semarang. (foto: metrojateng.com/ Ahmad Khoirul Asyar)

Korban diketahui bernama Dominicus Liberius Awie (24), ditemukan dengan lubang sayatan terbuka pada bagian leher. Seorang warga Trimulyo, Genuk, bernama Ridwan sempat melihat korban diboncengkan oleh dua orang pemuda menggunakan sepeda motor. Saat itu korban yang berada di tengah sudah terlihat lunglai.

Lewat rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi, ternyata Dominicus dihabisi oleh dua orang yang membawanya itu. Berdasar penelusuran polisi, dua mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Semarang kemudian ditetapkan sebagai tersangka pembunuh.

Keduanya, tak lain adalah kawan sekampus Dominicus. Mereka berdua berasal dari Nusa Tenggara Timur. Polisi menyebut, pembunuhan dilakukan dengan motif dendam atas perlakuan korban yang dilakukan terhadap dua tersangka, sebelumnya. Kedua tersagka saat ini dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Kabar kekerasan lain terjadi awal pekan ini juga. Seorang siswa kelas XII SMA Institut Indonesia mengalami pembacokan disertai perampasan di depan SMP Institut Indonesia Semarang, Jalan Taman Maluku 19, Semarang Timur, pada Senin, 25 Februari 2019. Ia menderita luka bacok di kepala, selebar 6 sentimeter.

Berdasarkan keterangan saksi, pelaku berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Soul warna hitam. Saat kejadian, korban hendak pulang ke rumah, namun kehabisan bensin di depan SMP Institut Indonesia. Setelah itu korban menghubungi ibunya untuk meminta kiriman bensin.

Saat korban menunggu sang ibu itulah peristiwa tersebut terjadi. Telefon genggam korban diminta paksa oleh para pelaku.

 

Tertangkapnya Buron Tabrak Lari

Setelah menjadi buron selama satu tahun, sopir truk kontainer yang menabrak tiga sepeda motor di Simpang Hanoman pada 30 Januari 2018 silam akhirnya tertangkap. Kecelakaan setahun lalu itu menyebabkan seorang ibu bernama Indrawati (53) dan anaknya Oky Yudi Satriyo (10) kehilangan kaki mereka.

tabrak lari semarang
Buron kasus tabrak lari yang terjadi setahun lalu, meminta maaf kepada para korban. (foto: metrojateng.com/Ahmad Khoirul Asyar)

Tersangka tabrak lari itu diketahui bernama Bambang Susanto (56), warga Depok Jawa Barat. Ia ditangkap saat memancing di dekat kosnya, daerah Ambal, Kabupaten Kebumen, pada Kamis, 28 Februari 2019.

Penangkapan berhasil dilakukan setelah penyidik Satlantas Polrestabes Semarang menerima informasi terkait keberadaan Bambang di daerah Kebumen. Selanjutnya pada Kamis kemarin sekitar pukul 12.30 petugas Satlantas Polrestabes Semarang langsung berkoordinasi dengan Polsek Ambal Polres Kebumen.

Tersangka dijerat dengan Pasal 310 ayat (3) UU lalu lintas nomor 22 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Selain itu tersangka juga dijerat Pasal 312 UU lalu lintas nomor 22 tahun 2009 karena tidak melakukan pertolongan terhadap korban atau melarikan diri. Pasal itu berkonsekuensi hukuman maksimal tiga tahun penjara. (*)

Comments are closed.