Kekeringan Meluas, Panen Susut, dan Potensi Konflik

Curah Hujan Minim, Grafik Cuaca Ekstrem

Jika sampai kekeringan melanda pegunungan, akan membuat kawanan monyet ekor panjang turun gunung mencari sumber makanan dan minuman.

Sempat dibuatkan embung. Tapi tidak bisa mencukupi kebutuhan air untuk areal persawahan.

– Junaedi, Lurah Purwosari –

 

KEMARAU masih panjang, hujan belum datang. Kekeringan mulai menghinggapi beberapa titik di Semarang dan di beberapa daerah lain di Jawa Tengah. Dampaknya pun mulai terlihat.

Awal pekan ini, Lurah Purwosari, Kecamatan Mijen, Semarang melaporkan jika hasil panen di wilayahnya menyusut lantaran pengairan yang cukup sulit. Penurunan hasil panen mencapai 10 hingga 15 persen dibandingkan dengan hasil panen dalam kondisi cuaca normal.

“Sempat dibuatkan embung. Tapi tidak bisa mencukupi kebutuhan air untuk areal persawahan,” kata Lurah Purwosari, Junaedi, Minggu (19/8/2018).

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah meyoroti potensi dampak kekeringan yang lain. Yakni kemungkinan konflik antara satwa dengan manusia penduduk pemukiman, terutama di kawasan pegunungan.

Jika sampai kekeringan melanda pegunungan, akan membuat kawanan monyet ekor panjang turun gunung mencari sumber makanan dan minuman. “Rawan konflik, terutama di daerah yang 60 hari tidak hujan. Salah satunya di Jepara,” kata Suharman, Senin (20/8/2018).

Namun kawanan monyet ekor panjang bisa dihalau dengan menanami ladang makanan mereka dengan tumbuh-tumbuhan jenis tertentu. Bisa juga dibuatkan embung sebagai tempat minuman para monyet. Konflik monyet ekor panjang dengan warga di Semarang biasanya terjadi di sebagian wilayah Gua Kreo, Gunungpati.

kecelakaan damkar
Kecelakaan mobil pemadam kebakaran di turunan Silayur, Ngaliyan, Semarang, yang menewaskan satu petugas pemadam kebakaran. (foto: metrosemarang/istimewa)

Kemarau panjang juga berdampak pada sejumlah kebakaran. Intensitas kebakaran di Kota Semarang meningkat pada awal musim kemarau ini. Peningkatan itu membuat pasukan pemadam kebakaran bekerja lebih berat. Sayangnya, kabar duka menyelimuti kesibukan kerja pemadam kebakaran pekan ini.

Minggu (26/08/18) dini hari, seorang petugas pemadam kebakaran tewas   tertimpa mobil pemadam bernomor polisi H9591PS. Mobil tersebut terguling di Jalan Prof Hamka, Silayur Ngaliyan, sekitar pukul 02.00.

Semula, mobil bergerak dari selatan usai mengambil pasokan air bersih di Mijen. Mobil hilang kendali saat berjalan di turunan Silayur. Pengemudi lantas banting setir hingga menabrak trotoar, lalu terguling.

kekeringan jateng
Droping Air Bersih di Kabupaten Magelang. Kekeringan mulai melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah dan dampaknya terus meluas/ (foto: metrojateng/Ch Kurniawati)

Menyoal kekeringan yang terus meluas, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sarwa Pramana menyarankan agar pada kepala daerah di Jawa Tengah memanfaatkan sumber mata air.

Pemanfaatan sumber mata air untuk mendukung pembuatan sumur resapan di tiap kabupaten dan kota. “Sebab, hampir semua kabupaten ada mata airnya. Mulai Blora, Jepara, Demak, Wonogiri sampai Banjarnegara itu punya semua,” kata Sarwa, Sabtu (25/08/2018).

Kekeringan yang teramat panjang di tahun ini disebabkan intensitas curah hujan yang sangat minim. Diperparah dengan grafik perubahan cuaca yang semakin ekstrem. Sarwa menyarankan kepada masyarakat untuk terus-menerus membuat lokasi peresapan dan melakukan reboisasi. “Saya rasa perlu program permanen untuk mengatasi kekeringan,” tegas Sarwa. (*)

Comments are closed.