Kekinian? Hati-hati, Body Dismorphic Disorder Mengintai

METROSEMARANG.COM – Gaya berdandan mahasiswi masa kini dianggap sudah terlalu over. Tapi, di satu sisi, penampilan menarik bisa menjadi prestasi tersendiri bagi kaum hawa.

Kepala Jurusan Psikologi UIN Walisongo Semarang, Wening Wihartati, S.psi M.Si mengungkapkan, tidak ada aturan spesifik perihal dandanan bagi mahasiswi, tetapi ada aturan yang jelas menyebutkan untuk tidak berdandan berlebihan atau menor.

Ilustrasi Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Ilustrasi
Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

“Sebenarnya wajar jika berdandan, karena manusia itu memiliki kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhi,” ungkapnya saat ditemui metrosemarang.com, akhir pekan kemarin.

Ia menjelaskan bahwa dalam diri manusia ada kebutuhan yang disebut need for achievement. Kebutuhan akan berprestasi inilah yang mungkin mendorong mahasiswa untuk mempercantik diri salah satunya dengan memakai alis buatan saat kuliah. “Tampil cantik adalah prestasi tersendiri bagi perempuan,” imbuhnya.

Bisa saja penampilan menjadi aspek yang ingin ditonjolkan karena belum bisa menonjol dalam aspek lain misalnya di bidang akademik. Jadi untuk bisa dikenal dan mudah dalam sosialisasi maka dipilihlah aspek penampilan sebagai prestasi.

Tetapi lebih lanjut, Wening mengungkapkan bahwa selama usaha untuk tampil cantik masih dalam taraf wajar dalam arti tidak ada tindakan ekstrem misalnya sampai operasi untuk mengubah bentuk bagian tubuhnya maka hal tersebut bukanlah masalah.

Tetapi jika perasaan ingin tampil cantik itu menimbulkan ketidakpuasan pada penampilannya secara berlebihan hingga menimbulkan kecemasan dan bahkan membuat hilangnya percaya diri, maka hal ini bisa menjadi tanda-tanda gangguan kejiwaan. Atau bisa disebut body dismorphic disorder. Suatu kecemasan berlebihan pada bagian wajah atau tubuh yang dinilai secara subjektif oleh individu itu sendiri. Gangguan ini bisa menurunkan fungsi sosial, pekerjaan, dan pendidikan individu.

“Oleh karena itu harus berhati-hati dan bersyukur. Dengan rasa syukur maka kita akan merasa cukup, termasuk merasa cukup cantik untuk bisa meraih prestasi,” pungkas Wening. (yulikha elvitri)

You might also like

Comments are closed.