Kekurangan Alat, 1,9 Juta Warga Jateng Belum Rekam e-KTP

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 1,9 juta warga Jawa Tengah hingga saat ini belum melakukan proses perekaman untuk pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Alasannya, ketersediaan alatnya masih minim.

Proses pembuatan e-KTP di Semarang, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

“Beberapa daerah masih kekurangan alat rekam foto e-KTP. Sehingga yang sudah merampungkan perekaman ada sebanyak 25.890.829 jiwa, dan kita masih kurang 1,9 juta jiwa lagi,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Sudaryanto saat dikontak metrosemarang.com, Kamis (26/10).

Walau begitu, ia masih optimistis mampu menuntaskan rekam data e-KTP sampai 100 persen maksimal 23 November 2017 nanti. Terlebih lagi, ia sudah memegang data jumlah warganya yang wajib mengantongi e-KTP per September ada sebanyak 26.602.700 jiwa.

Lebih jauh lagi, ia sejauh ini bertugas memberi fasilitas dan koordinasi pelayanan di 35 daerah. Bahkan, saban dua bulan sekali, dirinya mengevaluasi total kinerja pendataan e-KTP.

Ia mengatakan jika ada alat rekam data yang rusak, perangkat desa maupu kelurahan sudah diminta segera menggantinya.

Untuk penggantian motherboth yang rusak dilakukan serentak ke Jakarta. “Kita setiap dua bulan evaluasi apa saja, dar peralatan kinerja, hingga tingkat kecepatan,” bebernya.

Beberapa hambatan pendataan e-KTP kini juga sudah berkurang. Pihaknya sempat mengalami kelangkaan blangko. Tetapi hal itu sudah diatasi di tiap daerah.

“Sekarang hampir tidak ada kendala. Semua kabupaten atau kota tidak mengalami kendala terkait pendataan KTP elektronik,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.