Kekurangan Pengajar, Disdik Semarang Himbau Optimalisasi Tenaga Guru

ilustrasi
ilustrasi

SEMARANG – Mengatasi kekurangan guru di Kota Semarang, Dinas Pendidikan meminta satuan pendidikan seluruh jenjang melakukan optimalisasi tenaga guru. Hal ini dilakukan sembari menunggu guru hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD). “Tidak hanya  untuk guru PNS saja. Tapi juga guru tidak tetap dan guru wiyata bakti yang mengajar di sekolah negeri,” kata Kepala Dinas Pendidikan Semarang, Bunyamin.

Jumlah jam mengajar guru minimal yang harus dipenuhi adalah 24 jam per minggu. Maksimalnya 40 jam per minggu. Optimalisasi mengacu pada jumlah jam mengajar tersebut. Bunyamin mengatakan langkah optimalisasinya adalah dengan menambah jam mengajar beberapa guru.
“Yang beban mengajarnya rendah, diberi tambahan jam mengajar. Dan untuk rombongan belajar yang jam pembelajarannya masih sedikit, akan diminta sedikit tambahan waktu mengajar,” kata Bunyamin. Tenaga pengajar dari kalangan honorer K2 yang masih menunggu pemberian SK PNS juga akan diminta membantu  mengajar. (MS-06)

 

You might also like

Comments are closed.