Kelangkaan Garam Ancam Inflasi di Semarang

METROSEMARANG.COM – Kenaikan harga garam akibat terjadinya kelangkaan di pasaran ikut menjadi perhatian Pemerintah Kota Semarang. Wali Kota Hendrar Prihadi meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian melakukan upaya konkrit menanggulangi fenomena kelangkaan dan kenaikan harga garam tersebut.

Pengasin ikan di Tambaklorok harus mengurangi pemakaian garam. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

”Permasalahan kelangkaan garam yang menyebabkan kenaikan harga garam tidak terkontrol masih terus menjadi isu nasional, tak terkecuali di Kota Semarang,” kata wali kota Hendi, sapaan akrabnya saat memimpin apel yang diikuti dua dinas terkait itu di balai kota, Senin (31/7).

Berdasarkan catatan harga komoditi yang dirilis Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Jateng melalui website HargaJateng.org, Hendi menyebutkan grafik harga garam di Kota Semarang menunjukkan tren yang terus naik tak tekendali.

Misalnya untuk garam beryodium bata yang biasanya setiap kilogramnya dijual seharga Rp 5.000, kini telah menyentuh Rp 11.000. Sedangkan garam beryodium halus yang biasanya per kilogram dijual dengan harga Rp 4.200, kini juga telah menyentuh Rp 8.900.

Hendi menegaskan, fenomena garam tersebut harus menjadi perhatian penting. Apalagi kelangkaan garam ini tidak hanya berdampak pada kenaikan harga garam, melainkan juga berimbas pada pelaku usaha kecil yang menggunakan garam sebagai bahan bakunya, seperti misalnya produsen ikan asin.

”Salah satu contohnya para produsen ikan asin di Tambaklorok yang jumlah produksinya menurun karena kesulitan mencari garam, dan kalaupun ada harganya sangat tinggi,” terangnya.

Oleh karenanya, pihaknya meminta baik Dinas Ketahanan Pangan maupun Dinas Pertanian untuk merespon permasalahan terkait garam ini. Dia meminta dalam beberapa hari ke depan telah ada langkah-langkah khusus terkait kelangkaan garam ini.

”Langkah-langkah khusus yang dimaksud seperti misalnya melakukan operasi pasar hingga melakukan penetrasi ke distributor garam. Jangan sampai laju inflasi Kota Semarang yang sudah berhasil kita tekan tidak dapat kita pertahankan karena permasalahan garam ini,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, dari data BPS laju inflasi Kota Semarang pada tahun 2016 berhasil berada di bawah Provinsi Jawa Tengah. Tercatat laju inflasi Kota Semarang sebesar 2,32%, sedangkan provinsi Jawa Tengah 2,36%. (duh)

You might also like

Comments are closed.