Kelihaian Mathias Kevin Baca Quran Tuai Pujian Petugas Kemenag


METROSEMARANG.COM – Perjuangan seorang bocah bernama Mathias Kevin Heriyanto saat memutuskan memeluk agama Islam menuai pujian dari para petugas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang.

Mathias Kevin Heriyanto, bocah mualaf. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Betapa tidak, Kevin, sapaan akrabnya membuat sejumlah petugas terkejut saat diminta membaca ayat suci Alquran di Masjid An Nur RT 02/XI, Karanganyar Gunung, Candisari Semarang, pada Senin (25/12) kemarin.

Di masjid tersebut, Kevin yang sedang mengikuti pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad bertajuk ‘Toleransi Bukan Berarti Menjual Aqidah’ kemudian memutuskan menjadi mualaf.

Siti Wahida, Koordinator Penyuluh Agama Kemenag Kota Semarang mengaku terkesima tatkala melihat kepiawaian bocah tersebut saat membaca Alquran.

“Allhamdullilah, jamaah kami semakin bertambah setelah Senin kemarin ada lima orang yang mengucapkan kalimat syahadat. Di antara mereka, ada seorang anak kecil yang sangat fasih membaca Alquran,” kata Wahida kepada metrosemarang.com, sembari mengenang perjuangan Kevin saat menjadi mualaf, Rabu (27/12).

Ia menceritakan bila Kevin ternyata sudah hafal surat-surat pendek yang terkandung dalam Kitab Suci Alquran. Kelihaiannya itu ia tunjukan tatkala membacanya di depan para jemaah pengajian.

“Dia membaca Surat Al Kafirun, beserta terjemahannya. Selama ini dia mempelajari Islam diam-diam dan rutin belajar mengaji. Setelah itu, dia mengucapkan syahadat di depan jemaah Masjid An Nur,” cetusnya.

Pengajian di Masjid An Nur tersebut dipimpin KH Nur Rois, seorang dosen dari Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang.

Nur Rois mengungkapkan panjang lebar mengenai keunggulan rukun Islam yang ada selama ini. “Islam sebagai agama yang diridhoi Allah SWT. Ajaran islam untuk petunjuk dunia akherat serta tidak perlu lagi diragukan kebenarannya,” katanya.

Ia bilang sikap toleransi harus mampu menghormati agama lain tetapi tidak berarti ikut dalam kegiatan keagamaannya. “Toleransi adalah membiarkan agama lain melakukan ibadahnya,” jelasnya.

Selain Kevin, terdapat empat orang mualaf lainnya. Di antaranya Ngatiyem, Sainem, Lilis Yunitasari. Kevin, katanya merupakan bocah Kristen yang memberanikan diri masuk Islam tanpa sepengetahuan orangtuanya.

“Ayahnya belum tahu (Kevin jadi mualaf). Proses ini masih dirahasiakan. Sehingga namanya belum diganti dengan nama Muslim. Oleh karena itu, kami masih memantau psikis anak tersebut,” beber Rois. (far)

You might also like

Comments are closed.