Keluarga Dukung Petilasan Habib Hasan Dijadikan Tempat Wisata Religi

METROSEMARANG.COM – Ratusan peserta dengan penuh khidmat mengikuti Kirab Merah Putih yang digelar Pemerintah Kota Semarang di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Kamis (1/3).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menerima bendera Merah Putih dari KH Masroni saat memimpin upacara Kirab Merah Putih di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Kamis (1/3). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Kirab Merah Putih melibatkan unsur dari Pemkot, TNI-Polri, Organisasi Kepemudaan, Pelajar serta masyarakat. Sebelum mengikuti upacara yang dipimpin Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Simpang Lima, peserta melakukan pawai berjalan kaki.

Rute kirab berangkat dari Makam Habib Hasan Jalan Duku Kelurahan Lamper Kidul, menuju Jalan Tentara Pelajar, Jalan MT Haryono, Jalan A Yani dan finish di Simpang Lima.

Kirab Merah Putih ini digelar Pemkot Semarang dalam rangka memperingati Haul Habib Hasan bin Thoha bin Yahya atau sering dikenal dengan Syekh Kramat Jati/Raden Tumenggung Sumodiningrat dan Senopati Agung Ing Mataram.

Haul akan dilaksanakan di Kampung Reliji Mbah Kramat Jati Jalan Duku, Kelurahan Lamper Kidul, Semarang sampai hari Jumat (2/3). Sebelum kirab rangkaian acara haul juga telah diawali dengan khataman Alquran dan pembacaan Dalailul Khoirot serta Yasin dan Tahlil.

Habib Hasan bin Thoha adalah dikenal sebagai seorang pejuang dan ulama Kota Semarang, yang lahir dari pasangan Habib Thoha bin Muhammad al-Qadhi bin Yahya dengan Syarifah Fathimah binti Husain bin Abu Bakar bin Abdullah Al-Aydrus.

Di antara perjuangannya adalah melawan penjajah dimulai dari Banten sampai Semarang, dan mengalahkan penjajah saat pertempuran di Pekalongan tahun 1206 H/1785 M.

Dalam upacara di Simpang Lima tersebut, Bendera Merah Putih dari peserta kirab diserahkan kepada KH Masroni, pengasuh Ponpes Gunung Jati Ba’alawy Malon Gunungpati Semarang yang kemudian diberikan kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi juga menyalami peserta kirab.

Hendi mengatakan, Kirab Merah Putih dilakukan selain untuk memperingati haul tokoh pejuang Semarang di zaman dulu yaitu Habib Hasan, juga bertujuan untuk mempertebal rasa persatuan dan kesatuan serta nasionalisme kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

‘’Habib Hasan adalah tokoh pejuang di Kota Semarang yang dikenal garang dengan penjajah Belanda. Sehingga diberi gelar Singo Barong. Untuk itu, seperti kata Bung Karno bahwa bangsa yang besar tidak akan melupakan sejarah. Sehingga Pemkot Semarang ingin nguri -uri sejarah yang berjasa bagi negara,’’ katanya.

Sementara itu keluarga Habib Hasan, KH Masroni menjelaskan, nilai yang diajarkan oleh seorang tokoh Habib Hasan dan ditanamkan kepada keluarganya yang ditinggalkan, adalah rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Selain tentunya nilai-nilai keagamaan yang kuat.

‘’Kami mendukung apa yang dikehendaki Wali Kota untuk menggelar kegiatan ini. Termasuk ada rencana Pemkot yang ingin menjadikan petilasan Habib Hasan sebagai tempat wisata religi di Kota Semarang,’’ katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.