Keluarkan Dua Siswanya, Kepala SMANSA Disomasi

METROSEMARANG.COM – Kepala SMA Negeri 1 Semarang (SMANSA), Endang Suyatmi disomasi setelah kedapatan mengeluarkan dua siswanya, masing-masing AP dan MA, menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN). Somasi dilayangkan Tim Advokasi Peduli Anak sebagai kuasa hukum kedua siswa tersebut.

Tim Advokasi Peduli Anak saat menunjukkan surat somasi yang dilayangkan kepada Kepala SMANSA. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Kami hari ini mengajukan somasi kepada Kepala SMAN 1 karena telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak, termasuk Permendikbud Nomor 18 Tahun 2015 karena telah mengeluarkan klien kami secara sepihak,” kata Listyani, Koordinator Tim Advokasi Peduli Anak Semarang, saat menyambangi SMAN 1, di Jalan Menteri Supeno Semarang, Jumat (2/3).

Dalam kasus kliennya tersebut, Kepala SMAN 1 telah melanggar hak pendidikan peserta didik karena mengeluarkan siswa tanpa disertai teguran lisan maupun tertulis.

“Padahal, jelas-jelas pada Permendikbud diatur hukuman bagi siswa itu berupa teguran lisan, tertulis atau tindakan edukatif lainnya tanpa mengeluarkannya dari sekolah. Tetapi, untuk kasus ini, pihak sekolah cenderung mengintimidasi, mengadu domba sampai memindahkan kedua siswanya ke sekolah lain tanpa persetujuan orangtuanya,” tegasnya.

Dengan adanya somasi, ia mendesak kepala sekolah untuk mencabut surat DO AP maupun MA, sekaligus mengembalikan harkat dan kehormatan  keduanya yang telah tercabik-cabik.

Kepala SMAN 1 Semarang, kata Listyani juga harus mengikutsertakan kedua siswanya itu dalam UN di sekolahnya.

Pihaknya juga mengecam tindakan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Tengah yang tidak berimbang dalam menggali informasi terkait kasus ini. Ia menuding Kepala Disdik Jateng, Gatot Hastowo hanya mau mendengar pendapat pihak sekolah dan abai terhadap versi kedua orangtua siswa.

“Jika diabaikan, kami akan melakukan tindakan hukum lebih lanjut berupa pidana maupun perdata. Sebab, AP maupun MA telah mendapat tekanan dari sekolahnya. Mereka dipindahkan dari sekolah lain secara paksa,” bebernya. (far)

You might also like

Comments are closed.