Kemacetan di Semarang Capai 37 Jam per Tahun

METROSEMARANG.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mengakui harus segera mencari solusi kemecetan di jalan raya agar tidak semakin parah. Hal itu pun sedang terus dilakukannya dengan berbagai upaya dan bekerjasama dengan berbagai pihak yang terkait.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Muhammad Khadiq mengatakan, persoalan kemacetan memang dipengaruhi oleh banyak faktor. Seperti di antaranya adanya kesenjangan yang cukup besar antara kemampuan kapasitas jalan dengan pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang.

‘’Berdasarkan catatan yang kami miliki pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang mencapai 12 persen per tahun. Sedangkan pertumbuhan jalan hanya 0,9 persen pertahun. Hasil penelitian lembaga riset Inrix juga menyebutkan rata-rata tingkat kemacetan di Kota Semarang sudahmencapai 37 jam dalam setahun,’’ ungkapnya, Minggu (18/3).

Berdasarkan catatan yang dimilikinya juga lama waktu yang dibutuhkan pengendara saat macet mencapai 17 persen. Bahkan pada jam sibuk persentase waktu berkendara meningkat menjadi 21 persen.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, sebelumnya meminta pemerintah kota mencari solusi yang benar-benar manjur untuk mengatasi persoalan kemacetan. Banyak sekali faktor penyebab kemacetan yang harus segera bisa diselesaikan oleh dinas-dinas yang terkait.

Dia menjelaskan, salah satu yang menjadi penyebab kemacetan jalan raya yaitu adanya kredit kendaraan yang murah. Hanya dengan modal Rp 500 ribu dan KTP setiap orang saat ini dapat membawa motor baru ke rumah. Sehingga beban jalan raya semakin lama jelas semakin bertambah.

Belum lagi pertambahan penduduk dan pendatang dari daerah tetangga yang bekerja di Kota Semarang, Sehingga pemerintah perlu mencarikan solusi yang benar-benar manjur mengatasi persoalan kemacetan saat ini.

‘’Tidak terhindarkan memang pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang, dari data Samsat Kota Semarang tercatat sekitar 1,6 juta kendaraan roda dua dan 500 ribu mobil. Ini harus ada kajian yang mendalam terkait solusi kemacetan mumpung belum terlambat,’’ ujarnya. (duh).

You might also like

Comments are closed.