Kemacetan di Semarang Dianggap Masih Wajar

SEMARANG – Kemacetan yang terjadi di Jalan Siliwangi, tepatnya di perempatan Krapyak Semarang, memang bukan lagi hal baru. Selain disebabkan oleh adanya perbaikan dan pelebaran jalan beberapa bulan terakhir ini,  adanya persimpangan keluar masuk tol yang hanya berjarak kurang dari 50 meter dari perempatan, membuat kemacetan seakan sulit terurai.
 
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Agus Harmunanto menilai, kemacetan yang terjadi di wilayah Krapyak merupakan hal yang wajar. Sebab, kata dia, jalur tersebut adalah jalur utama dan tidak mempunyai alternatif.
 
“Jalur tersebut merupakan  satu-satunya jalur yang bisa dilewati kendaraan-kendaraan besar bermuatan yang datang melalui Jalur Pantura dari arah timur ke barat ataupun sebaliknya. Tidak ada jalur alternatif. Meski begitu kami bersama kepolisian akan selalu berusaha merekayasa kemacetan di wilayah tersebut, ” tuturnya dalam sebuah forum diskusi, Kamis (23/10).
 
Senada juga disampaikan Kasatlantas Polrestabes Semarang, Pungky Bhuana. Menurutnya kemacetan di Kota Semarang masih tergolong lumayan di bandingkan kota kota lain. “Kemacetan yang terjadi di Semarang merupakan kemacetan situasional. Karena ada perbaikan jalan. Saat ini di Semarang ada sekitar 8 titik kemacetan situasional,” ucapnya.
 
Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik menghadapi kemacetan. Ia berjanji akan semaksimal mungkin mengerahkan anggotanya mengurai kemacetan yang terjadi dikota Semarang. “Kami tidak merasa terbebani, tapi malah terpacu untuk bisa mengurainya. Semarang masih jauh lebih tertib dari pada kota besar lainnya, seperti Yogyakarta, Bandung Jakarta, dan  Surabaya,” tandasnya. (yas)

You might also like

Comments are closed.