Kemarau Panjang, BPBD Waspadai Kebakaran Hutan

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Musim kekeringan panjang yang melanda Jawa Tengah pada pertengahan tahun ini, berpotensi menimbulkan kebakaran di areal lahan terbuka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sarwa Pramana mengingatkan, ancaman kebakaran juga bisa saja terjadi di lahan hijau terbuka yang berada di sembilan gunung. “Ancaman kebakaran hutan dan gunung di Jawa Tengah begitu terbuka,” ungkap Sarwa, kepada metrosemarang.com, Selasa (28/7).

Sarwa pun meminta kepada pendaki agar berhati-hati saat membuat perapian di puncak gunung. “Itu harus diwaspadai. Api unggun sebisa mungkin dipastikan sudah betul-betul mati saat akan ditinggalkan. Karena sering kali, begitu ditiup angin, bara kembali memercikkan api lagi,” urainya.

Bila terjadi kebakaran hutan, Sarwa mengungkapkan, titik api sulit dipadamkan. Bahkan, petugas SAR gabungan juga dibikin repot karena harus membuat rekayasa cuaca agar hujan bisa turun memadamkan api. Hal itu, tentunya menyedot ongkos yang sangat banyak.

Kendati demikian, sejauh ini Sarwa menegaskan belum ada hutan di areal pegunungan yang mengalami kebakaran saat musim kemarau. “Semoga tidak sampai kebakaran,” terangnya.

Saat ini, kata dia, BPBD memang cukup mewaspadai musibah kebakaran di musim kemarau. Musibah kebakaran kini acapkali terjadi di pemukiman padat penduduk. Diluar itu, BPBD Jateng sudah menerima permintaan pasokan air bersih dari delapan kabupaten/kota. BPBD sudah mengirim pasokan air bersih sebanyak 1.653 tangki bagi 122 Kecamatan yang tersebar di 487 desa. (far)

You might also like

Comments are closed.