Kematian Siyono harus Diselidiki oleh Tim Independen

METROSEMARANG.COM – Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding mendesak pemerintah membentuk tim independen untuk mengusut tuntas kasus kematian terduga teroris Siyono saat diperiksa oleh Densus 88 Antiteror di Polda Yogyakarta.

Abdul Kadir menyatakan pembentukan tim independen harus secepatnya dilakukan oleh pemerintah agar tidak berlarut-larut.

“Kasus Siyono lebih baik diinvestigasi oleh lembaga independen yang kredidel lalu baru disampaikan ke publik. Karena kasus ini sudah ditunggangi kepentingan politis,” tegas Abdul Kadir kepada wartawan usai menghadiri acara pencanangan aksi menolak radikalisme bersama ribuan kader Fatayat NU Jateng, Minggu (10/4).

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Pelibatan tim independen dilakukan agar fakta-fakta kematian Siyono yang disampaikan ke publik menjadi akurat dan tidak lagi berdasarkan opini dari pihak-pihak yang tak berkepentingan.

“Ya karena selama ini banyak orang beropini ke media seolah-olah mereka tahu kematian Siyono. Ini yang perlu dihindari,” katanya.

Ia mengaku bersama teman-temannya di Komisi III DPR dalam waktu dekat bakal memanggil Kapolri dan pimpinan tim Densus 88 untuk memintai keterangan ihwal kronologis kematian terduga teroris asal Klaten tersebut.

Abdul Kadir bilang mereka bakal diundang dalam rapat dengar pendapat (hearing) untuk memutuskan pembentukan tim independen yang kredibel. “Ki undang sekalian polisi dan Densus 88 untuk mengklarifikasi kasus ini,” terangnya.

“Apabila nantinya (dalam hasil investigasi tim independen) ditemukan ada kesalahan di pihak polisi maka harus disanksi tegas, tapi kalau sebaliknya ya harus dipulihkan nama baiknya. Jalan keluar satu-satunya hanya membentuk tim independen itu,” sambungnya.

Sementara itu, perwakilan perempuan berkerudung dari Fatayat NU menyampaikan bahwa kasus kematian terduga teroris saat dalam penyelidikan jangan sampai terulang kembali.

Meski begitu, Fatayat yang beranggotakan perempuan Muslim tetap memperluas spektrum melawan aksi radikalisme. “Kami dari kaum ibu rumah tangga siap menangkal gerakan radikal yang saat ini marak di tengah masyarakat,” jelas seorang perwakilan Fatayat. (far)

You might also like

Comments are closed.