Kembangarum Ingin jadi Sentra Produksi Sambal

METROSEMARANG.COM – Usaha yang dilakukan oleh 240 warga RW 8 dan 9 Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat ini patut dicontoh. Secara swadaya, mereka menanam tanaman cabai di sekitar rumah agar tidak tergantung dengan harga cabai yang sekarang mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Ilustrasi
Foto: metrosemarang.com/dok

Kegiatan menanam cabai itu dapat menghemat belanja harian. Karena tidak harus membeli cabai di pasar. Setiap warga telah menanam minimal dua pohon cabai di tanah sekitar rumah atau di polybag dan telah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu.

”Kegiatan ini difasilitasi Bank Indonesia yang tujuannya mengurangi inflasi akan kebutuhan cabai, khususnya bagi warga di kelurahan sini,” kata Kepala Kelurahan Kembangarum, Sigit Suwarso, Jumat (27/1).

Ia mengatakan, kelurahannya telah menggerakkan warga menanam aneka tanaman organik sejak tahun 2013 lalu, salah satunya menanam tanaman cabai. Saat panen, cabai yang dihasilkan dapat dibagikan secara gratis kepada seluruh warga. Sehingga saat harga cabai meroket seperti saat ini, gerakan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

”Jelas sangat membantu warga dalam berhemat uang belanja hariannya. Apalagi saat ini cabai dihargai ada yang sampai Rp 500 – Rp 1.000 per biji,” ujarnya.

Kelurahan Kembangarum saat ini, kata dia, sedang berupaya untuk membeli mesin pengolah sambal dan pengemasannya. Karena ada keinginan untuk memaksimalkan manfaat cabai yang melimpah dengan membangun industri skala rumah tangga, untuk kemudian memproduksi sambal.

”Hasil olahan cabai Kelurahan Kembangarum pernah menyabet juara nasional lomba sambal tingkat Jateng pada 2015 lalu. Jadi produk sambal ini ingin kami kembangkan jadi industri skala rumah tangga,” katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.