Kemenag Jamin Keaslian Air Zam-zam yang Dibagikan di Semarang

Keluarga calon haji asal Semarang mengambil jatah air zam-zam di kantor Kemenag, Senin (14/9). Kemenang memastikan bahwa air zam-zam tersebut asli. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Keluarga calon haji asal Semarang mengambil jatah air zam-zam di kantor Kemenag, Senin (14/9). Kemenang memastikan bahwa air zam-zam tersebut asli. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

 

METROSEMARANG.COM – Maraknya peredaran air zam-zam palsu di sejumlah daerah, membuat keluarga jemaah haji resah. Tapi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kementerian Agama Kota Semarang berani menjamin keaslian air zam-zam yang dibagikan untuk keluarga jemaah haji di wilayahnya.

“Yang dibagikan di Semarang asli,” tegas Kepala Kantor Kemenag Kota Semarang, Mohammad Habib, Senin (5/10).

PPIH Kemenag Kota Semarang memang sempat mendistribusikan zam-zam gratis kepada 1.342 keluarga jemaah haji yang diberangkatkan tahun ini. Bagi-bagi air suci itu, hasil kerjasama antara PT Garuda Indonesia dan Kemenag.

“Semuanya sudah menerima zam-zam gratis pada bulan lalu. Tiap orang dapat 5 galon air zam-zam,” terang Habib.

Lebih jauh, Habib mengungkapkan tak segan untuk melaporkan orang-orang yang nekat mengedarkan zam-zam palsu di wilayahnya. “Untuk mengantisipasinya, kita bekerjasama dengan aparat kepolisian. Jika ada temuan di lapangan langsung dilaporkan ke pihak berwajib,” kata Habib.

Upaya lainnya, Kemenag bakal memperketat ujicoba keaslian zam-zam di Semarang melalui laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah. “Kita punya alat untuk mengukur kadar air zam-zam, apakah itu asli atau palsu,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Dit Reskrimsus Polda Jawa Tengah membongkar praktik pemalsuan air zam-zam di Mijen, Jumat (2/10) pekan kemarin. Polisi juga sudah menetapkan Pandu Wicaksono (48) warga Polaman RT 1 RW 1, Mijen, Semarang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Menurut pengakuan tersangkan, praktik pemalsuan zam-zam itu sudah dijalankannya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Tersangka biasa memasarkan zam-zam tiruan itu di wilayah Jabodetabek. (far)

You might also like

Comments are closed.