Kemenangan Dramatis Mahesa Jenar di Stadion Teladan Medan

Akhir Puasa Kemenangan

Kiper Joko Ribowo membuat penyelamatan gemilang di menit 32. Eks Arema FC berhasil menepis sepakan Rahmat Hidayat dari dalam kotak penalti

PSIS memetik kemenangan dramatis dalam laga ‘final’ papan bawah kontra PSMS Medan. Gol Hari Nur Yulianto di menit akhir memastikan Mahesa Jenar mengemas tiga poin berkat kemenangan 3-2.

Hari Nur Yulianto dan Bruno Silva memberi kemenangan Mahesa Jenar atas tuan rumah PSMS Medan. PSIS menyambangi Stadion Teladan Medan untuk menantang PSMS di pekan ke-21 Liga 1, Rabu (12/9/2018). Kali ini Mahesa Jenar tampil minus sejumlah pilar.

Hanya dua pemain asing yang masuk starting line up, Ibrahim Conteh dan Bruno Silva. Selain Abou Bakr Al-Mel yang sudah hengkang, bek asing Petar Planic juga tidak dimainkan. Begitu juga dengan tiga bek sayap, Frendi Saputra, Safrudin Tahar dan Akbar Riansyah yang masih berkutat dengan cedera.

Di kubu tuan rumah, pelatih Peter Butler langsung memainkan empat pemain asing sekaligus. Tiga rekrutan anyar, Alexandros Tanidis, Shohei Matsunaga dan Felipe Martin main sejak menit pertama bersama Reinaldo Lobo.

SUSUNAN PEMAIN

PSMS 4-3-3: Abdul Rohim–Fredyan Sugiyantoro, M Roby, Reinaldo Lobo, Gusti Sabdria; Alexandros Tanidis, Legimin Raharjo (Anthony Putro), Shohei Matsunaga; Rahmat Hidayat, Felipe Martin, Frets Butuan (Abdul Aziz)

PSIS 4-4-1-1: Joko Ribowo–Gilang Ginarsa, Haudi Abdillah, Fauzan Fajri, Rio Saputro (Gustur Cahyo); Komarudin, M Yunus, Ibrahim Conteh, Hari Nur Yulianto; Bayu Nugroho (Nerius Alom); Bruno Silva

 

Ancaman di Awal Laga

PSMS langsung mengancam di menit keempat. Dari skema sepak pojok, M Roby berhasil melepaskan sundulan. Beruntung bola hanya menerpa tiang kanan gawang Joko Ribowo.

Dua menit kemudian justru PSIS mampu mencuri gol. Diawali pergerakan Bruno Silva di sisi kiri pertahanan tuan rumah dan diakhiri dengan sepakan ke gawang, namun bola bisa ditepis kiper Abdul Rohim. Bola rebound berhasil diceploskan oleh Bayu Nugroho untuk memberi keunggulan Mahesa Jenar.

Gol Bayu membuat Legimin Raharjo dkk makin gencar melakukan tekanan. Sementara tim tamu lebih disiplin menggalang pertahanan dan mengandalkan kecepatan Bruno Silva untuk melancarkan serangan balik.

Beberapa kali PSIS sempat mendapat kans menambah keunggulan. Tapi lemahnya koordinasi di lini depan membuat peluang Mahesa Jenar terbuang. Kiper Joko Ribowo membuat penyelamatan gemilang di menit 32. Eks Arema FC berhasil menepis sepakan Rahmat Hidayat dari dalam kotak penalti.

Tiga menit berselang, Alexandros Tanidis melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, tapi bola tipis di atas mistar. PSIS berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 hingga turun minum.

 

Gol dalam Tekanan

Babak kedua baru berumur empat menit, tuan rumah nyaris menyamakan skor lewat eksekusi Felipe Martin. Tapi bola masih bisa ‘diselamatkan’ mistar gawang. Penyerang anyar PSMS itu kembali memiliki kans di menit 59. Lagi-lagi sepakannya dimentahkan tiang gawang.

Skuad racikan Peter Butler terus menggempur pertahanan PSIS untuk mencari gol penyama. Menit 72 sundulan Alexandros Tanidis juga masih bisa diselamatkan Joko Ribowo. Terus ditekan, Mahesa Jenar malah bisa menambah gol di menit 74. Umpan Ibrahim Conteh sukses diteruskan Bruno Silva untuk merobek gawang Abdul Rohim.

bruno silva
Bruno Silva melakukan seleberasi dalam laga Juni 2018 lalu. (foto: dok. metrojateng)

PSIS berbalik dalam tekanan ketika PSMS mampu mencetak dua gol dalam tempo enam menit. Diawali gol Shohei Matsunaga melalui sepakan bebas di menit 81. Tuan rumah akhirnya berhasil menyamakan skor di menit 87 lewat eksekusi penalti.

Laskar Ayam Kinantan mendapat hadiah penalti setelah Conteh dianggap hand ball di area terlarang. Matsunaga sukses menaklukkan Joko Ribowo dan membuat kedudukan kembali imbang 2-2.

Hari Nur Yulianto menjadi pahlawan kemenangan Mahesa Jenar. Saat pertandingan sepertinya akan berakhir imbang, pemain bernomor 22 itu sukses melesakkan gol di menit 91. Dari skema corner kick, bola diteruskan dengan kepala oleh Ibrahim Conteh dan langsung disambar Hari Nur.

Gol Hari Nur itu memastikan kemenangan PSIS atas PSMS Medan. Gol menjadi demakin spesiao karena ini adalah gol ketujuh Hari Nur yang tengah mengemban ban kapten menggantikan Haudi Abdillah.

Skor 3-2 itu menyudahi rentetan hasil negatif PSIS. Akhirnya Hari Nur cs mencetak kemenangan pertama dalam empat laga terakhir. Sebelumnya mereka hanya bermain imbang melawan PSM Makassar di pekan ke-18. Selanjutnya PSIS menelan dua kekalahan beruntun dari Bali United dan Bhayangkara FC.

Kendati demikian, hasil ini belum mampu mengerek posisi anak asuh Jafri Sastra keluar dari zona merah. Tapi setidaknya PSIS berhasil memperlebar jarak dengan PSMS. Saat ini Hari Nur cs mengoleksi 23 poin, unggul empat angka di atas PSMS yang menempati dasar klasemen.

Sebelumnya dalam laga home yang merupakan pertemuan pertama PSIS dan PSMS musim ini, di Magelang, PSMS tumbang skor 4-1. Kemenangan PSIS saat itu lewat hattrick Bruno Silva plus satu gol Ibrahim Conteh.

 

Jafri Sastra yang Diragukan

Jafri Sastra, bisa dibilang sukses mempersembahkan kemenangan pada laga debutnya memimpin skuad Mahesa Jenar. Veni, vidi, vici. Datang, melihat dan menang. Itulah yang dilakukan Jafri Sastra membawa PSIS menaklukkan tuan rumah PSMS Medan di Stadion Teladan.

psis semarang
Head Coach Jafri Sastra bersama Pelatih Fisik Budi Kurnia merayakan kemenangan PSIS di Medan. (foto: istimewa)

Laga di pekan ke-21 Liga 1 tersebut menandai debut Jafri bersama PSIS. Pelatih 53 tahun itu ditunjuk menggantikan Annese sebagai nahkoda Mahesa Jenar sejak 23 Agustus 2018.

Tak sedikit yang meragukan mantan pembesut Persipura dan Semen Padang tersebut. Maklum, dia baru saja didepak klub Liga 2 Persis Solo setelah gagal memberi kemenangan dalam enam laga beruntun.

Tapi, Jafri hanya butuh waktu 21 hari untuk membuat pembuktian. Ini menjadi semacam pertaruhan. Sebab PSIS datang ke Medan dengan kondisi kurang ideal. Tiga bek sayap dihantam cedera, yakni Safrudin Tahar, Akbar Riansyah dan Frendi Saputra. Bek asing Petar Planic juga mendadak sakit dan harus terdepak dari skuad.

Rio Saputro yang sejatinya adalah bek tengah, terpaksa dimainkan sebagai bek kiri. Pemain asli Jepara itu juga harus ditarik keluar di pertengahan babak pertama dan digantikan Gustur Cahyo yang sebelumnya lebih sering dimainkan sebagai penyerang sayap.

Jafri pun bisa dibilang sukses meningkatkan produktivitas gol PSIS. Dalam 9 laga sebelumnya, tim kebanggaan Semarang hanya sanggup mencetak empat gol. Ini adalah kali pertama PSIS mampu mengemas lebih dari satu gol dalam satu pertandingan sejak kemenangan 4-0 atas Mitra Kukar di pekan ke-11, 28 Mei 2018 silam.

Jafri pula yang memberi kemenangan tandang perdana buat PSIS musim ini. Dari 9 laga away sebelumnya, jawara Liga Indonesia 1999 hanya sanggup mengamankan dua poin, hasil imbang melawan Bhayangkara FC (1-1) dan Persipura (0-0).

Kemenangan atas PSMS jadi modal penting bagi PSIS untuk menantang Persija Jakarta. Duel kedua tim bakal digelar di Stadion Patriot, 18 September mendatang. Yoh iso yoh…!! (*)

Repoter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana
Artikel ini telah dimuat metrojateng.com

 

You might also like

Leave A Reply