Kenali Modus Penjualan Springbed Abal-abal di Semarang

METROSEMARANG.COM – Penjual springbed abal-abal disebut Muhammad Zainuddin terlihat sudah sangat berpengalaman. Untuk meyakinkan calon pemneli, mereka menawarkan harga yang cukup miring dibanding springbed pada umumnya.

Menurut Zainuddin, penampilan tiga orang penjual kasur keliling itu layaknya preman. Agar calon pembeli yakin, sang penjual mengatakan bahwa kasur yang dijual bukan merupakan barang dagangan. Mereka berkata kepada pembeli kalau kasur yang mau ia jual adalah hasil bonus dari penjualan mereka, untuk itu mereka rela menjual kembali dengan harga murah.

Seperti inilah wujud springbed abal-abal setelah dibongkar. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Seperti inilah wujud springbed abal-abal setelah dibongkar. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

“Katanya itu kasur springbed bonus dari hasil penjualannya, sehingga dijual dengan harga murah. Tadi yang dibawa ada dua, yang satu saya beli seharga Rp 650 ribu,” kata Zaenuddin, Sabtu (12/3).

Sang penjual pun memakai kata-kata ‘sumpah’ agar pembeli semakin yakin jika kasur tersebut benar-benar asli. “Mereka juga sempat bersumpah kepada saya kalau kasur springbed itu benar-benar asli. Mereka mengaku sudah lama hidup di jalan dan nggak ada gunanya kalau ngapusi,” terang Zaenuddin.

Nampaknya, penjual sudah mahir untuk membuat si pembeli sibuk setelah akad jual beli saling setuju. Dengan alasan berdebu, penjual tersebut meminta Zainuddin agar segera mengelap plastik pembungkus kasur dengan alasan agar terlihat seperti baru.

“Pas saya bersihkan pakai air dan lap kain, penjual itu tanpa pamit sudah langsung pergi,” tutur Zainuddin dengan nada geram.

Harga Rp 650 ribu memang sangat murah untuk ukuran springbed, yang di pasaran dibanderol di atas Rp 1 jutaan. Namanya juga springbed abal-abal, jangankan pir atau pegas, kasur palsu ini hanya diisi sampah kain perca. Sisi-sisinya diberi papan sebagai penguat.

Zainuddin berharap pihak terkait bisa mengusut kasus ini, sebelum konsumen lain termakan tipu daya penjual springbed abal-abal. “Kasihan konsumen, sudah keluar uang banyak tapi kasurnya tak layak pakai dan bukan tidak mungkin menyebabkan alergi, karena yang digunakan barang bekas,” tukasnya. (din)

You might also like

Comments are closed.