Kendala saat Simulasi UNBK akan Dilaporkan ke Pusat

METROSEMARANG.COM – Kendala yang terjadi saat simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) menjadi masukan berharga sebelum pelaksanaan ujian yang sesungguhnya pada April mendatang. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Semarang Wiharto akan segera memberi laporan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Jateng.

Siswa SMA 2 Semarang mengikuti simulasi UNBK, Selasa (21/2). Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Menurutnya memang terdapat beberapa kendala yang terjadi dalam pelaksanaan simulasi UNBK jenjang SMA. Kendala ini, kata dia, meliputi gagal log in, listrik padam hingga ekstra waktu yang dibutuhkan saat mengupload hasil jawaban siswa.

“Beberapa persoalan memang masih ditemukan dalam pelaksanaan simulasi UNBK jenjang SMA. Tidak hanya terjadi di satuan pendidikan yang baru kali ini mengikuti UNBK, sebab kendala juga sempat terjadi di SMAN 3 Semarang, yang tahun ini menjadi pelaksanaan UNBK kedua,” kata Wiharto, yang juga menjabat sebagai Kepala SMAN 3 Semarang, Rabu (22/2).

Ia menerangkan, seluruh persoalan yang terjadi tersebut akan dikomunikasikan dengan petugas IT di Dikbud Jateng, untuk dilakukan tindak lanjut. Termasuk mengirimkan informasi tersebut ke tingkat pusat.

“Jika kendalanya internal, kita coba selesaikan bersama dengan cara pendampingan baik di grup online hingga pertemuan-pertemuan. Sementara kalau eksternal, seperti persoalan pemadaman listrik juga kita cari jalan keluar, seperti sewa genset hingga mendorong kerjasama antara Dinas Pendidikan Provinsi dengan PLN, agar tidak ada pemadaman selama pelaksanaan UNBK,” tandasnya.

Pihaknya menyambut baik pelaksanaan simulasi UNBK, sehingga beragam persoalan yang ditemukan di lapangan, bisa segera diatasi. Tercatat, dari 84 satuan pendidikan jenjang SMA negeri dan swasta di Semarang, 78 persen di antaranya mengikuti UNBK mandiri. Sementara 16 persen menggelar UNBK di satuan pendidikan lain, dan sisanya Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNBKP).

“Jumlahnya 84 sekolah, namun baru sekitar 80 sekolah yang mengikuti UNBK sebab ada satuan pendidikan yang belum memiliki siswa kelas 12, karena masih baru berdiri. Tercatat ada 16 SMAN dan sisanya dari swasta,” pungkasnya. (vit)

You might also like

Comments are closed.