Kendaraan Bak Terbuka Dilarang Berjualan di Bahu Jalan

METROSEMARANG.COM – Sejumlah kendaraan yang digunakan berjualan di bahu Jalan Prof Hamka, Kecamatan Ngaliyan, mendapatkan peringatan dari Satpol PP Kota Semarang, Rabu (2/8). Satu unit kendaraan roda tiga bahkan terpaksa harus diangkut petugas karena pedagangnya dinilai membandel.

Penertiban kendaraan bak terbuka di Ngaliyan, Rabu (2/8). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Selain melanggar aturan tempat berjualan, keberadaan pedagang juga menghambat arus lalu lintas di area itu yang tergolong padat,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto.

Di beberapa ruas Jalan Prof Hamka terdapat beberapa pedagang yang berjualan di bahu jalan. Menurutnya, tindakan tegas yang pernah dilakukan tidak membuat pedagang jera. Malah akhir-akhir ini marak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan menggunakan motor atau mobil bak terbuka.

”Saat ini yang menjadi incaran petugas PKL yang menggunakan kendaraan untuk berjualan terutama mereka yang menempati area larangan, terutama di kawasan Arteri Soekarno Hatta dan Tlogosari,” ujarnya.

Endro menerangkan, untuk menangani PKL dengan kendaraan tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian. Diharapkan membuat para PKL terutama yang melanggar tempat larangan berjualan jera.

”Seperti mobil yang parkir di sembarang tempat penangananya digembok. Mungkin PKL bermotor yang melanggar juga bisa dilakukan seperti itu, tapi tetap berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan,” katanya.

Dia menegaskan, penertiban PKL liar menjadi salah satu prioritas Satpol PP. Pihaknya meminta agar para pedagang tidak berjualan di tempat larangan.

Wahyono seorang pedagang buah asal Boja mengaku lebih praktis berjualan dengan kendaraan. Apalagi dengan kendaraan bisa dengan mudah berpindah tempat menghindari aparat. (duh)

You might also like

Comments are closed.