Kepala Kerbau Berhias Bunga Tujuh Rupa Dilarung di Laut Jawa

Ritual melarung kepala kerbau di Kampung Tambaklorok, Sabtu (5/9) sebagai simbol syukur atas rahmat ilahi. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Ritual melarung kepala kerbau di Kampung Tambaklorok, Sabtu (5/9) sebagai simbol syukur atas rahmat ilahi. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

SEMARANG – Sejumlah nelayan Tambaklorok di Kecamatan Semarang Utara hari ini, Sabtu (5/9) kembali menggelar ritual sedekah bumi dengan melarung kepala kerbau jantan ke tengah laut. Ini merupakan tradisi tahunan sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Ilahi.

Pantauan di lokasi ritual, ratusan warga dari tiga RT di Tambaklorok sudah bersiap melarung kepala kerbau sejak pukul 08.00 WIB. Warga mula-mula meletakan kepala kerbau ke dalam tudung saji berukuran jumbo yang terbuat dari anyaman bambu. Di dalam tudung saji itu, kepala kerbau diikat selembar kain putih dan dihias bunga tujuh rupa untuk kemudian digotong beramai-ramai menuju garis Pantai Tanjung Emas.

“Lokasi arak-arakan kepala kerbau menuju bibir pantai berjarak kurang lebih 1 kilometer,” jelas Supriyanto, warga setempat kepada metrosemarang.com.

Dalam acara boyongan kepala kerbau ini juga diiringi tetabuhan dan karnaval pelajar SD setempat. Warga percaya, ritual ini sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Ilahi karena diberikan rezeki melimpah.

Ritual tersebut juga dimeriahkan sejumlah pertunjukan musik di atas panggung yang dibangun di pinggir jalan Kampung Tambaklorok. Ritual sedekah bumi ini digelar dua hari sampai Minggu (6/9) besok pagi dengan aneka lomba perahu nelayan di perairan Laut Jawa. Biasanya, warga akan berbondong-bondong menonton lomba perahu ini karena hal itu sebagai bukti bahwa mereka masih perkasa mengarungi laut lepas. (far)

You might also like

Comments are closed.