Kepuasan Masyarakat Pada Dinas Penanaman Modal Semarang  Capai 83,9 Persen

SEMARANG – Berdasarkan hasil survei, pelayanan publik yang diberikan Pemkot Semarang khsususnya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dianggap sudah memuaskan masyarakat.

penanaman modal
Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang Nungki Sundari saat menjadi pembicara pada kegiatan sosialisasi dan publikasi survai kepuasaan masyarakat di balaikota, Selasa (17/4). (foto: metrosemarang.com/Masrukhin Abduh)

Komisi A DPRD Kota Semarang yang salah satunya membidangi terkait perizinan pun memberikan apresiasi atas hal tersebut. Menurut Anggota Komisi A, Nungki Sundari, pelayanan perizinan yang diberikan telah memuaskan masyarakat selaku konsumen.

‘’Hasil survei yang dilakukan menunjukan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 83,9 perse. Jadi masuk katagori sangat baik,’’ ujar Nungki Sundari saat ditemui usai berbicara di depan forum sosialisasi dan publikasi Survai Kepuasan Masyarakat di balaikota, Selasa (16/4).

Menurut Nungki Sundari meski angka kepuasaan masyarakat cukup tinggi, bukan beratri jajaran DPMPTSP tidak melakukan inovasi dan perbaikan lagi. Justru angka kepuasan masyarakat harus ditingkatkan sehingga apa yang diberikan oleh pemkot akan semakin baik.

‘’Pak Walikotai selalu menekankan pentingnya pelayanan publik, ini yang harus kita perhatikan bersama,’’ ujar Nungki Sundari yang merupakan politisi PDI Perjuangan ini.

Komisi A DPRD Kota Semarang, lanjutnya, akan terus mendorong inovasi yang dilakukan DPMPTSP agar pelayanan yang diberikan semakin baik. Salah satunya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sehingga pelayanan makin cepat, tepat, mudah dan akuntabel.

“Saat ini masyarakat semakin pandai sehingga pelayanan yang diberikan juga harus menyesuaikan,” katanya.

Sementara itu Kepala DPMPTSP Ulfi Imran Basuki  menandaskan, pihaknya akan terus melakukan inovasi dalam pelayanan publik yang diberikan. Saat ini ada 120 perizinan yang ditangani oleh DPMPTSP dan semuanya memanfaatkan teknologi informasi.

“Saat ini proses perzinan sudah menggunakan system online, jadi sudah paperless artinya sudah tidak perlu kertas lagi,” tegasnya. (duh)

Comments are closed.