Keramik Peninggalan Dinasti Ming Dipamerkan di Semarang

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 10 keping keramik peninggalan kekaisaran Dinasti Ming ikut dipajang dalam pameran museum (Museum Mart) di Museum Ronggowarsito Semarang selama enam hari.

Lempengan keramik yang berasal dari Abad 5-7 SM itu merupakan barang otentik yang wajib dipelajari oleh pengunjung museum karena menyimpan cerita soal sepak terjang Dinasti Ming saat menguasai dataran Cina pada masa lampau.

keramik

“Ini (keramik Dinasti Ming) baru dieksavasi dari lokasi temuannya pada tahun lalu di dekat Cina,” kata Budi Santoso Kepala Seksi Pengkajian dan Pelestarian Museum Ronggowarsito kepada metrosemarang.com, Minggu pagi (15/5).

Ia mengatakan bahwa keramik-keramik peninggalan kekaisaran Ming ini memang punya ciri khas tersendiri.

Ia bilang pada bagian cekungannya selalu terdapat ukiran bergambar ikan louhan. Ikan louhan sendiri merupakan hewan air yang dipercaya orang Cina mampu membawa keberuntungan dan pelimpahan rezeki.

“Yang kami pajang di pameran ini keramik bergambar louhan yang berwarna hijau lumut,” ungkap Budi.

Panitia acara pamerang sengaja mendatangkan langsung 10 buah keramik Dinasti Ming agar masyarakat luas mengetahui bagaimana ilmu pengetahuan di bidang pembuatan alat makan telah mahsyur sejak zaman dahulu.

Dinasti Ming, kata Budi, juga mahir membuat peralatan makan dari tanah liat yang dicampur bahan-bahan tertentu hingga menjadi piring, cawan dan mangkuk.

“Dan ini fungsinya dulu jadi piring milik kaum bangsawan,” papar Budi.

Yang menarik lagi, panitia juga menampilkan keramik kuno yang ditemukan di bawah perairan Bangka Belitung. Proses pengangkatan keramik itu sempat terhambat dan harus dibantu oleh petugas Direktorat Bawah Air Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Lalu, ia menambahkan terdapat pula temuan keranik di perairan Tuban, Lamongan dan Jepara. Namun, yang paling menyita perhatian pengunjung adalah keramik peninggalan Belanda dan Turki yang turut dipajang di ruang pamer Museum Mart 2016.

Bentuknya menarik meski pada bagian depannya sedikit retak. Pada ukirannya, keramik Turki terdapat tulisan kaligrafi ‘gundul’.

“Rata-rata usia keramik ini sudah ribuan tahun bahkan keramik peninggalan bangsawan Inggris ini sudah ditemukan sejak Abad Ke-15,” terang Budi. (far)

You might also like

Comments are closed.