Kesaksian Sopir Bus yang Terlibat Kecelakaan Karambol di Tugu

METROSEMARANG.COM – Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan di Jalan Pantura Semarang-Kendal tepatnya di depan Kantor PAN, Jumat (6/4) sekira pukul 20.00, mengakibatkan dua orang tewas seketika. Sopir Hino yang diduga mengantuk menjadi pemicu insiden tersebut.

Kecelakaan karambol di Tugu Semarang, Jumat (6/4) malam. Foto: metrosemarang.com/efendi

Empat kendaraan tersebut adalah Bus Galatama Tour bernomor polisi H 1495 EA, Truk Hino bernomor Polisi N 8324 UG, Honda Scoopy warna merah bernomor polisi H 5074 AAG serta bus PO Shantika bernomor Polisi K 1541 CB.

Peristiwa tersebut bermula dari Bus Galatama Tour melaju di lajur kiri dari arah Semarang dan sudah menyalakan lampu darurat lantaran hendak berhenti dan memasuki garasi. Di saat bersamaan, dari belakang dengan arah yang sama tiba-tiba truk Hino N 8324 UG menabrak bagian belakang bus sebelah kanan. Kemudian truk tersebut oleng ke lajur kanan.

“Di saat bersamaan dari belakang truk ada dua kendaraan lain yakni Honda Scoopy dan Bus Shantika, keduanya tidak bisa mengendalikan laju kendaraan dan mengalami benturan hingga korban pengendara sepeda motor ini tewas terjepit di antara dua kendaraan,” ujar Panit I Lakalantas Satlantas Polrestabes Semarang, Ipda Sujid di lokasi kejadian.

Sujid juga mengatakan korban tewas merupakan bapak dan anak. Dari data yang dihimpun salah satu korban yakni bapaknya bernama Tjan Gim Suy (58), warga Pekunden Barat, Semarang Tengah. Saat kejadian ia berboncengan dengan anaknya yang masih mengenakan seragam sekolah.

“Untuk korban anaknya identitasnya masih dalam pendataan kami, kedua korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Kariadi,” imbuh Sujid.

Sementara, sopir bus Galatama Tour, Febrianto (36) mengatakan, awalnya hendak memarkirkan bus ke dalam garasi setelah menurunkan penumpang dari Bandungan, Kabupaten Semarang. Namun sesampai di lokasi kejadian tiba-tiba dari belakang ia ditabrak oleh truk Hino.

“Kaget, saya juga kan sudah menyalakan lampu darurat, tanda kalau mau belok, terus jalan pelan tiba-tiba ada suara ‘Bruaaaak,’ gitu kaget terus tak liat truk yang nabrak langsung oleng ke lajur kanan,” ujar Febrianto.

Febrianto juga mengatakan, setelah kejadian ia melihat sopir truk lemas di atas setir. “Nggak tahu dia (sopir truk) kayak tidur gitu Mas di atas setir,” kata Febrianto.

Kecelakaan beruntun tersebut sempat membuat kemacetan panjang hingga ke pintu keluar tol Krapyak. Kemacetan bisa terurai setelah kendaraan yang terlibat kecelakaan serta korban berhasil dievakuasi, sekitar dua jam kemudian. (fen)

You might also like

Comments are closed.