Kesaksian Sopir Truk yang Terguling di Kalipancur: Ada Nenek-nenek Nyeberang di Ujung Tanjakan

METROSEMARANG.COM – Sebuah Truk bernomor polisi H 1690 BS bermuatan tanah terguling menimpa sebuah permukiman di Jalan Gunung Payung, Bamban Kerep, Ngaliyan, Semarang, Selasa (2/5) sekitar pukul 14.30. Dari pengakuan sang sopir, Dono, ia semula melihat seorang nenek-nenek menyeberangi jalan, lalu ia menghentikan laju truk tersebut di ujung tanjakan.

Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Lha tadi trus saya lihat ada anak sekolah boncengan, tak suruh mbantuin ngganjel ban, lha trus pas meh tak masukin gigi buat angkatan kok tetep ngglondor,” ujar Dono.

Dono juga mengatakan, meskipun ia telah meminta bantuan kepada dua orang tadi ternyata ganjal tak mampu menahan dan truk tetap menggelondor. “Soalnya saya tak lihat ke belakang tadi kok dua anak sekolah tadi kok sudah nggak ada,” tambah Dono.

Dono juga mengatakan saat kejadian, merupakan perjalanan keduanya dalam sehari. Di perjalanan pertama pagi tadi, ia tak mengalami kendala apapun. Muatan tanah diangkutnya dari Ungaran yang hendak dikirim ke Perumahan Candi Prambanan, Manyaran.

Sementara itu, Supartinah, saksi mengaku kaget saat tiba-tiba sebuah truk terguling di depan rumahnya dari ketinggian sekitar 5 meter. “Tadi kaget Mas tiba-tiba kayak ada suara runtuhan rumah, tak kira ki rumahe masku ambruk Mas, saya tadi lagi nonton televisi sama anak saya,” ujar Supartinah.

Ia juga mengatakan, lokasi tersebut memang beberapa kali terjadi kecelakaan serupa. Tak jauh dari lokasi kejadian juga terdapat makam tua yang konon masih wingit.

“Terakhir pas malam tahun baru kemarin Mas, truk box pengangkut air mineral ngguling jatuh juga di depan sini tapi agak maju dikit,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun mengundang perhatian warga sekitar untuk menyaksikan. Hingga saat ini, truk juga belum di evakuasi. (fen)

You might also like

Comments are closed.