Kesehatan Reproduksi Diusulkan Masuk Kurikulum Sekolah

Elisabet S A Widyastuti Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Elisabet S A Widyastuti
Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Membincang kesehatan reproduksi terkadang masih dianggap tabu. Namun bagi Perkumpulan Keluarga Jawa Tengah (PKBI) Jawa Tengah, kesehatan reproduksi perlu dibahas mendalam agar masyarakat paham akan pentingnya hal ini, terutama bagi remaja dan usia produktif.

Menurut Direktur Eksekutif PKBI Daerah Jawa Tengah, Elisabet S A Widyastuti, akan sangat tepat jika kesehatan reproduksi dimasukkan dalam kurikulum sekolah, terutama Sekolah Menengah Akhir (SMA) mulai kelas X.

“Kami berharap ada peraturan daerah yang menyatakan bahwa kesehatan reproduksi bisa masuk dalam kurikulum agar sekolah-sekolah bisa menjalankan peraturan tersebut lantaran sudah ada dasar hukumnya,” ungkap Elisabet dalam diskusi yang berlangsung di Hotel Pandanaran, Rabu (21/1).

Dia bersama PKBI Jateng juga tengah mendorong murid di sekolah-sekolah untuk menjadi pendidik sebaya dalam masalah kesehatan reproduksi. Hal ini mengacu pada santernya kasus kehamilan yang tidak dikehendaki makin meningkat di Semarang. “Ini disebabkan karena kekurangtahuan remaja pada kesehatan reproduksi,” pungkasnya. (ade)

 

Comments are closed.