Ketenaran Batu Akik Naikkan Omzet Joni hingga 50%

Joni Jenggot turut menikmati keuntungan dari demam batu akik. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Joni Jenggot turut menikmati keuntungan dari demam batu akik. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

KETENARAN batu akik di kalangan selebriti dan pejabat beberapa bulan ini sangat berpengaruh pada nilai jualnya. Keberuntungan pun menghampiri para penjual batu akik di seluruh pelosok Indonesia.

Salah satunya Joni Jenggot (40) penjual batu akik di Pasar Dargo, Semarang. Berkat ketenaran batu mulia membuat omzet penjualan warga Tlogosari itu kini naik 50% dari sebelumnya, dengan rata-rata penghasilan setiap hari mencapai Rp 1 juta.

“Semua bermula setelah Presiden Susilo Bambang Yudoyono memberi hadiah berupa akik kepada Obama. Tipenya batu bacan yang harganya sekitar 1 milyaran,” bebernya kepada metrosemarang.com.

Joni mengatakan, harga batu mulia yang ia jual disesuaikan dengan pasar kalangan pembeli dan jenis batu, mulai dari Rp 50.000-Rp 5.000.000. “Kalau yang beli pejabat bisa jutaan ke atas,” katanya.

Untuk jenis batu mulia, lanjutnya, beraneka macam ia tawarkan kepada pembeli, seperti zamrud, safir, ruby, idokras, kalsedon, akik, korundum, dan beryl. “Ada akik gambar di rumah tapi gak dijual, karena mahal dan langka,” bebernya.

Dikatakannya, aneka batu akik ia dapatkan dari beberapa daerah, yakni dari Aceh, Lampung, Kalimantan, Jawa, dan luar negeri. Dari segi kualitas dan keaslian batu, menurut Joni, bisa dilihat dari warna, kebersihan, berat serta sinar batu yang dikeluarkan.

“Biar gak tertipu harus belajar dari pengalaman. Sekarang juga banyak alat pengecek keaslian batu, seperti laser dan alat cek kekerasan juga berat batu,” terangnya.

Joni menambahkan, pembeli tidak hanya dari Semarang, bahkan juga ada yang dari luar Jawa, yakni Aceh, Nusa Tenggara Barat, Lampung, dam Sulawesi.

Peminatnya pun, lanjutnya, sekarang ini sudah mewabah ke semua kalangan, dari anak-anak hingga tua dan juga baik laki-laki maupun perempuan. “Ada juga akik ukuran anak-anak, karena banyak yang pesan,” imbuhnya. (ans)

You might also like

Comments are closed.