Ketika Gerhana Matahari Menciptakan ‘Kegaduhan’ bagi Binatang Malam

METROSEMARANG.COM – Gerhana Matahari Total (GMT) bakal menjadi fenomena langka yang dinantikan oleh jutaan manusia di Indonesia. Tapi, tahukah Anda jika menghilangnya matahari selama beberapa saat itu juga akan menciptakan ‘kegaduhan’ bagi binatang.

Berkaca dari peristiwa serupa yang terjadi di Inggris Raya pada pertengahan Maret 2015 silam, para pecinta binatang memerhatikan bagaimana reaksi hewan-hewan ketika langit tiba-tiba berubah menjadi abu-abu dan berawan, meskipun waktu menunjukkan pukul 09.30.

Ilustrasi Foto: chester zoo
Ilustrasi
Foto: chester zoo

Dave Clarke, Kepala Invertebrata di Kebun Binatang ZSL London mengatakan, gerhana matahari total, secara umum akan memengaruhi hewan-hewan diurnal (aktif di siang hari), yang memerlukan cahaya sebagai navigasi. Mereka lebih banyak melakukan kebiasaan saat malam hari: tidur!

“Berbeda hewan nocturnal (aktif saat malam hari), seperti ngengat atau burung hantu, yang memungkinkan tetap bisa terbang dalam kondisi gelap,” kata dia, seperti dikutip dari dailymail.

Donald Broom, Profesor Emeritus Animal Welfare di University of Cambridge mengatakan, saat gerhana matahari terjadi, sebagian besar unggas akan berhenti berkicau dan beberapa dari mereka akan memilih berdiam diri di sarang. “Hewan ternak tak akan banyak bergerak dan mencari tempat yang lebih terlindungi, seperti yang biasa dilakukan pada malam hari,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa peristiwa astronomi itu akan membuat hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing sedikit terganggu. “Mereka akan melihat kegelapan seperti malam dalam intensitas cahaya pagi, jadi hal ini sedikit mengganggu bagi mereka,” ucapnya.

Charlotte Vermeulen, ahli biologi di the Artis Zoo Amsterdam mengatakan, hewan cenderung bertindak aneh ketika langit berubah gelap, karena mereka mengalami disorientasi akibat datangnya ‘malam’ saat siang. “Capung bersembunyi di bawah daun, semut kembali ke sarang, domba berjalan kembali ke kandang. Sedangkan, binatang nokturnal menjadi aktif seperti yang dilakukan binatang diurnal di pagi hari,” urainya.

Sementara, berdasarkan penelitian yang dilakukan di India pada Juni 1955, lebah bakal lebih aktif selama gerhana matahari parsial. “Ketika gerhana matahari parsial terjadi, ada sekitar 150 lebah berdengung di sekitar sarang, normalnya hanya sekitar 25 atau lebih. Ini menunjukkan bahwa mereka merasa gelisah dengan perubahan yang terjadi dan lebih aktif,” kata ML Roonwall dari the Zoological Survey of India.

Nah, menarik untuk dinantikan bagaimana perilaku hewan-hewan di sekitar Anda, saat matahari ‘dimakan’ Batara Kala, Rabu (9/3) esok. (twy)

You might also like

Comments are closed.