Ketika Puluhan Narapidana Ikut Resik-resik Masjid Baiturrahman

METROSEMARANG.COM – Puluhan narapidana Lapas Kelas IA Kedungpane ikut membersihkan pelataran Masjid Baiturrahman Simpang Lima sebagai bentuk mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Yosi, seorang narapidana mengaku senang bisa dilibatkan dalam gerakan bersih-bersih masjid pada Senin pagi (17/4). Tak ada rasa canggung pada dirinya walaupun harus mendapat pengawasan dari petugas lapas.

“Senang sekali saya bisa dilibatkan pagi ini. Rasa-rasanya kangen banget pengin berkumpul dengan keluarga di rumah,” akunya kepada metrosemarang.com.

Yosi baru ikut acara diluar lapas pada tahun ini. Selama ini, ia banyak beraktivitas di dalam lapas sembari instrospeksi atas kesalahan yang pernah ia perbuat sebelumnya.

“Kapok, Mas di penjara. Enakan di luar kayak gini,” kata narapidana curanmor tersebut sembari menyapu halaman masjid.

Sedangkan, Kepala Lapas Kelas IA Kedungpane Taufiqurahman mengungkapkan ada 30 narapidana yang ikut aksi resik-resik masjid. Ini, katanya untuk menyemarakkan Hari Bhakti Pemasyarakatan sekaligus mempersiapkan mental narapidana sebelum kembali ke masyarakat.

“Makanya kita ajak 20 warga binaan dari Kedungpane dan 10 orang dari Lapas Bulu. Ini memang penting biar mereka enggak kaget saat berbaur dengan masyarakat lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Bambang Sumardiyono, Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah dan DIY menyatakan tiap narapidana perlu untuk dilibatkan dalam kegiatan diluar lapas supaya mereka bisa berintegrasi kembali dengan publik.

Jika dulu mereka menjalani pidana, maka sebelum kembali ke masyarakat, mereka wajib diintegrasikan dengan lingkungannya salah satunya membersihkan masjid. “Petugas juga ikut bakti sosial,” ungkapnya.

Para narapidana itu sebelumnya telah memenuhi syarat masa hukuman dan prosedur lainnya termasuk izin keluar lapas. Ia pun mengapresiasi hal ini karena dapat memeriahkan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang dihelat pada April. (far)

You might also like

Comments are closed.