Ketika Raut Wajah Bung Hatta Muncul dalam Goresan Serbuk Kayu

METROSEMARANG.COM – Jumat (5/5) siang, ruas Jalan Patemon RT 02/RW IV, Gunungpati, Semarang tampak lengang. Di salah satu rumah yang ada di pinggir jalan tersebut, seorang pria terlihat sibuk menggoreskan kanvasnya. Siang itu, ia sedang membuatkan goresan wajah Tokoh Proklamator Indonesia Muhammad Hatta.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Namun, bila dicermati apa yang dilakukan pria bernama Rizal Mustofa itu terbilang nyleneh. Betapa tidak, Rizal, sapaan akrabnya, justru melukis raut wajah Bung Hatta diatas kanvasnya menggunakan serbuk kayu.

Rizal mengatakan pembuatan lukisan dari serbuk kayu memang tak mudah. Demi menghasilkan sebuah karya bernilai jual tinggi, ia hanya butuh lem kayu, sisa triplek, kanvas, serutan kayu, pinset, pensil serta penghapus.

Pemilihan bahan kayunya pun harus cermat. Ia memilih kayu jatu dengan pertimbangan warna yang bagus. “Sisanya tinggal diolesi warna kayu,” cetusnya.

Selama tiga minggu jebolan Fakultas Seni dan Budaya Universitas Negeri Semarang (Unnes) tersebut biasanya menggarap lukisan kayu tersebut. Paling butuh waktu lama yakni saat membuat goresan pada bagian wajah.

“Saya harus memadukan warna agar sesuai sama wajah tokohnya,” kata Rizal.

Ia mengklaim hanya dirinya yang baru melukis dengan media serutan kayu. Sebab, ia terinspirasi pada pemanfaatan limbah kayu yang sangat berlimpah di dekat rumahnya.

“Saya penginnya limbah serutan kayu yang ada selama ini biar enggak kebuang sia-sia,” ujarnya.

Pola pembuatannya pun cukup mudah. Ia mula-mula membuat sketsa bergambar Bung Hatta. Kemudian tiap bagiannya ia rekatkan dengan serutan kayu menggunakan lem.

Ia berharap ke depan ingin menggelar pameran tunggal untuk menampilkan lukisannya tersebut. Sejauh ini, beberapa kenalannya sudah tertarik untuk membeli karyanya.

“Ya Alhamdulillah sekarang udah mulai ada pesanan buat koleksi pribadi. Berkarya bisa melalui apa saja, termasuk yang ada disekliling sekalipun,” katanya. (far)

You might also like

Comments are closed.