Kilap Kreativitas pada Rakitan Logam Rongsokan

Laku Hingga Rp 2 Juta

Barang-barang bekas itulah bakal kerajinan dan mainan logam. Miniatur mobil, motor Harley Davidson, hingga robot-robot.

INDRIYANTO sedang memoles kepingan-kepingan gir sepeda motor, yang sudah berkarat. Pemolesan bertujuan agar gir itu mengilap. “Gir motor ini akan saya buat jadi tempat lilin,” kata Indriyanto. Ia akrab disapa Iin.

Pria berumur 42 tahun itu tinggal di lengkong Gang Anjasmoro Tengah VI, RT 06/RW VI Kelurahan  Karangayu, Semarang Barat. Pada laci meja di dalam rumahnya itu terdapat gesper, logam-logam bekas kabel, alat makan bekas, juga laker atau bearing sepeda motor.

Barang-barang bekas itulah bakal kerajinan dan mainan logam. Miniatur mobil, motor Harley Davidson, hingga robot-robot.

Apresiasi masyarakat Semarang terhadap karya seni, sebetulnya cukup bagus. Tapi perhatian dari pemerintah masih kurang.

– Indriyanto, Perajin Logam Bekas –

Mulanya adalah, suatu hari di tahun 2009, Iin memutar otak tatkala melihat banyak gesper ikat pinggang yang berserakan dalam laci mejanya. Iin memang memiliki hobi mengutak-atik limbah, bahan-bahan yang tersedia di alam, maupun barang bekas. Sering kali ia berkreasi dengan kerikil, ranting kayu, dan bahan alam lainnya.

Tak ayal, limbah logam dari gesper-gesper ikat pinggang yang tidak terpakai itu dengan telaten ia rakit menjadi miniatur robot. Tak lupa Iin, memoles robot gesper itu hingga mengilap. Bentuknya menyerupai Gundam.

Gundam adalah anime dengan genre Mecha/robot yang pertama kali dirilis dalam format serial TV di Jepang pada tanggal 7 April 1979 hingga 26 Januari 1980. Menampilkan robot raksasa  yang disebut “Mobile Suit” atau yang lebih dikenal dengan sebutan “First Gundam”. Dibuat oleh Hajime Yatake dan Yoshiyuki Tomino  dan diproduksi oleh Sunrise Inc.

Sumber: mygundamtricks.com

“Saya pikir tidak ada salahnya saya membuat ragam mainan dari besi. Toh selama ini saya hanya melihat banyak mainan yang terbuat dari plastik. Harusnya kalau robot ya dibuat dari besi. Sehingga punya karakternya terlihat,” katanya.

 

Berkembang

Sejak itu, Iin keasyikan mambuat berbaga karya dari bahan logam bekas. Selain robot, ia membuat pula mobil-mobilan dan miniatur kereta api. Iin semakin tertantang untuk membuat bentuk-bentuk yang lain. Kemampuan merakit yang dimiliki Iin pun terasah.

Ia mengembangkan robot-robot logam buatannya dalma berbagai ukuran. Modelnya, ia gunakan referensi dari internet. “Detailnya harus diperhatikan. Saya kombinasikan bahan besi bekas dengan bahan lainnya yang mudah didapat di sekitar rumah. Misal jepit rambut, saya pakai jadi aksesoris pelengkap robot. Masih banyak lagi lainnya,” beber Iin.

robot semarang
Indriyanto menunjukkan mainan robot buatannya. Ia juga mebuat lampu dari logam-logam bekas. (foto: metrosemarang/Fariz Fardianto)

Untuk memenuhi kebutuhan bahan pembuat karya-karyanya, terkadang Iin harus berburu logam di pasar loak. Di pasar loak, Iin bisa mendapat setumpuk laker dan onderdil bekas motor lainnya dengan harga murah.

Tak berhenti pada robot dalam berbagai ukuran saja, Iin juga membuat mainan robot yang dikombinasi dengan model karakter lokal. Misalnya, robot dibuat menyerupai tokoh wayang maupun warak. Dengan begitu, produknya bisa dilirik warga Semarang.

Dalam waktu dekat, ia akan membuat robot Hanoman setinggi tiga meter. Menurut rancangan Iin, robot itu akan memakai bahan knalpot bekas. Kini, ia masih terkendala modal yang diperkirakan mencapai Rp 5 juta. “Sekarang masih ide-ide kasar. Nantinya saya akan buat Hanoman versi robot,” katanya.

 

Buah Keuletan

Keuletan Iin berbuah manis. Tatkala mengikuti pameran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang digelar Dinas Koperasi Jawa Tengah di Jakarta, karya Iin diborong para kolektor. Miniatur mobil, motor Harley Davidson dan robot-robot.

“Permintaan paling banyak itu robot dan motor-motor Harley. Sering dapat order dua atau tiga buah,” ujar Iin.

gundam semarang
Gundam buatan Indriyanto. (foto: metrosemarang/Fariz Fardianto)

Karya-karya Iin dibanderol dengan harga mulai Rp 20 ribu sampai Rp 2 juta. Selain miniatur robot, ia juga kerap mendapat pesanan gantungan kunci, lego, sampai hiasan lampu. Untuk proses pembuatannya bisa kelar sehari sampai sebulan tergantung detail produknya.

Menurut Iin, saat ini di Kota Semarang tidak banyak perajin seperti dirinya. Kendati perajin yang menggeluti bidang kreatif lain mulai bermunculan. Hal itu, kata Iin, seiring dengan apresiasi warga Kota Semarang yang kian membaik.

“Apresiasi masyarakat Semarang terhadap karya seni, sebetulnya cukup bagus. Tapi perhatian dari pemerintah masih kurang. Masyarakat kebanyakan cenderung kebih suka batik dan makanan. Padahal kerajinan logam termasuk produk kreatif yang juga unik,” ucap Iin. (Fariz Fardianto)

Comments are closed.