Kisah Mistis di Balik Bisnis Peti Mati

Proses pembuatan peti mati. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Proses pembuatan peti mati. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Menjalankan bisnis peti mati dan perlengkapan jenazah, tak bisa dipisahkan dari kisah-kisah mistis atau sekadar mitos. Percaya tidak percaya, namun beberapa pengusaha mengaku mengalami sendiri kejadian yang terjadi di luar nalar tersebut.

Salah satu kisah mistis tersebut dialami Sri Hiyanowarti, yang membuka usaha di kawasan Bergota Semarang. Pernah suatu ketika salah satu peti mati yang dia pajang di depan rumah beberapa kali berbunyi “glodak” seperti ada benda yang jatuh.

“Kalau ada yang mau memakai (peti mati-red) biasanya ada suaranya. Suaranya seperti benda jatuh. Entah kebetulan atau tidak, biasanya memang peti itu laku terjual, semisal ditawari yang lain juga tidak mau,” kata Sri Hiyanowarti.

Dari cerita tersebut, banyak yang bilang kalau peti itu ada setannya. Meski demikian, Sri sapaan akrabnya enggan memercayai anggapan orang-orang itu. “Orang-orang bilang ada setannya, saya di sini dari kecil nggak ada. Saya hanya percaya sama Allah,” ungkapnya.

Cerita lain dialami oleh pengusaha UD Soekahar yang juga menjual aneka perlengkapan jenazah. Adalah Deni Kurniawan yang awalnya hanya mendengar saja cerita mistis seperti itu dari orang-orang. Tapi tepat saat 1 Muharram atau 1 Suro dia mengalami sendiri peristiwa mistis tersebut.

“Kebetulan yang bunyi peti jati, “kreek” seperti saat kita membelah papan. Beberapa jam kemudian ada yang beli peti itu, nggak tahu kenapa ditawarin yang lain nggak mau,” kisahnya.

Deni membuka usaha selama 24 jam nonstop, karena orang meninggal tak tahu kapan datangnya. Dia juga siap mengantar peti sesuai pesanan pelanggan, yang penting cuaca tidak sedang hujan, agar barang tidak basah. (CR-08)

You might also like

Comments are closed.