Kisah Rompi ‘Gladiator’ yang Dipajang di Museum Mart 2016

METROSESEMARANG.COM – Pelaksanaan ajang pameran koleksi museum (Museum Mart) tahun ini kembali digelar di Museum Ronggowarsito Jalan Abdurahman Saleh, Semarang. Selama enam hari mulai 12-17 Mei 2016, aneka ragam barang langka dari dalam maupun luar negeri diperlihatkan kepada pengunjung museum tersebut.

Yang unik, pada gelaran tahun ini panitia Museum Mart mengundang 24 museum dan tiga di antaranya berasal dari ‘Negeri Jiran’ Malaysia dan Brunei Darussalam.

rompi gladiator

Tapi, sebuah koleksi Museum Sulawesi Barat (Sulselbar) hari ini, Sabtu (14/5) cukup menyita mata pengunjung pameran. Pengelola Museum Sulselbar memajang rompi perang yang dipakai masyarakat adat setempat sejak ratusan tahun, bahkan sampai sekarang.

Bentuk rompi perang khas Sulselbar sekilas memang unik, mirip kostum tokoh utama film laga ‘Gladiator’ karena terdapat untaian kalung yang terbuat dari batu. Pada bagian depan rompinya menempel kulit kerang berwarna putih sebagai yang konon dijadikan tameng dari serangan musuh.

Etha Farida pemandu wisata Museum Mart menyebut rompi perang yang dimaksud diatas dikenal sebagai baju zirah atau Babu Zara’ dalam bahasa Sulawesi. Zirah artinya kuat sehingga baju zirah tersebut cocok dipakai warga pedalaman Sulawesi tatkala berperang melawan musuh-musuhnya.

“Karena baju zirah terbuat dari bahan-bahan yang kuat dari serangan musuh,” kata Etha saat menjabarkan fungsi dari baju zirah.

Berdasarkan literatur yang dikutipmetrosemarang.com di lokasi pameran, baju zirah ini terbuat dari kulit kerang laut yang kuat menghadapi benturan benda tajam.

Ia mengatakan masyarakat pedalaman Sulawesi masih kerap memakai rompi tersebut tatkala bertikai dengan suku lainnya.

Sementara Mustolih pengunjung asal Demak mengaku takjub ketika melihat bentuk rompi zirah buatan warga Sulselbar tersebut. “Ini kalau buat perang di zaman modern kayak gini gimana cara makenya ya? Sekilas sih mirip di film gladiator tapi yang ini bentuknya khas Indonesia,” ucapnya.

Ajang Museum Mart tahun ini mengusung tema ‘Perdagangan dalam era niaga’ dan hingga tanggal 17 Mei besok para pengunjung dapat mempelajari dari dekat berbagai barang kuno mulai keramik, bumbu rempah-rempah, replika kapal hingga manik-manik peninggalan raja Dayak yang kesohor itu. (far)

You might also like

Comments are closed.