Kisah Slamet Menyelamatkan Pemotor dari Terjangan Rob

METROSEMARANG.COM – Slamet semula hanyalah buruh serabutan yang biasa berangkat kerja pagi dan pulang larut malam. Tapi hari ini, Jumat (17/6), Slamet tak seperti biasanya. Ia memilih membantu beberapa warga Kaligawe menyusun lembaran-lembaran papan di medan jalan sebagai akses alternatif agar pengendara dapat berbelok dari lajur kiri ke lajur kanan.

Banjir rob yang menggenangi ruas jalan Kaligawe, Jumat (17/6). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Banjir rob yang menggenangi ruas jalan Kaligawe, Jumat (17/6). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ia bilang papan penerobos medan jalan ini efektif untuk membantu pemotor berbelok arah tatkala rob mengganas pada siang hari. “Kita bantu nyelametin pemotor dari terjangan banjir rob di sini lah,” ungkapnya.

Slamet lalu mengatakan rob dengan ketinggian mencapai 40-80 centimeter sebulan terakhir kerap melanda dua ruas jalan Kaligawe. Akibatnya pun fatal. Luberan rob sering mempersulit laju kendaraan bahkan tak jarang banyak motor yang mogok di situ.

“Mesinnya banyak yang ngadat. Makanya saya bantu buat median jalan seadanya seperti ini,” katanya dan ia menjelaskan kalau median jalan yang dibuatnya itu dilakukan swadaya dengan warga lainnya.

Sambil menyeka peluhnya, ia mengaku rela patungan dengan warga lainnya agar median jalan itu lekas jadi.

Saat ini, rob masih terjadi di sepanjang Jalan Raya Kaligawe. Ketinggiannya memang bervariasi tergantung masa air yang datang pada siang hingga malam hari.

Padahal, Kaligawe jadi satu jalur mudik yang disarankan Wali Kota Hendrar Prihadi dari Semarang menuju Demak dan Pantura timur maupun sebaliknya. (far)

You might also like

Comments are closed.