Kisruh Gedung Oudetrap Berpotensi Menyeret Wali Kota

Akuisisi Gedung Oudetrap diduga bermasalah dan berpotensi menyeret Wali Kota Semarang. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Akuisisi Gedung Oudetrap diduga bermasalah dan berpotensi menyeret Wali Kota Semarang. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Pembelian gedung Oudetrap oleh Pemerintah Kota Semarang senilai Rp 8,7 miliar memasuki babak baru. Nominal ini dinilai fantastis mengingat 10 tahun silam gedung tersebut dilelang hanya seharga Rp 2,4 miliar.

Saat ini, penanganan kasus gedung yang terindikasi korupsi ini sedang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng. Sejumlah pihak sudah menjalani pemeriksaan, untuk diminta klarifikasi seputar pembelian gedung tersebut.

Menurut Divisi Politik dan Anggaran Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Roni Maryanto, jika memang terindikasi korupsi, maka yang dijadikan tersangka adalah pengguna anggaran dan pemilik sebelumnya.

“Nanti dari kedua pihak ini akan diselidiki siapa saja yang menikmati kucuran dana ini. Jika sampai pada Wali Kota, bisa saja Wali Kota akan terseret ke dalam kasus ini,” kata dia, Selasa (27/1).

Dia menambahkan, potensi kerugian negara akibat kasus ini cukup besar, yakni sekitar Rp 5,2 miliar. Roni dan KP2KKN Jateng masih turut memantau kasus pembelian gedung yang dikenal dengan nama Gedung Gambir ini. (ade)

activate javascript

You might also like

Comments are closed.