KKN Undip Bantu UMKM Pelatihan Digital Marketing

BATANG, METROSEMARANG.COM – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengungkapkan sebagian besar UMKM terdampak pandemi Covid-19. Adanya pandemi Covid-19 ini membuat UMKM di Indonesia mengalami kesulitan dalam beradaptasi. Padahal UMKM sangat dibutuhkan untuk mendorong perekonomian Indonesia, tetapi pandemi juga mempengaruhi pendapatan dan keberlangsungan berjalannya UMKM.

Selain itu, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat kegiatan di luar rumah menjadi sulit. Saat ini, banyak kegiatan yang bergerak ke arah digitalisasi, yang secara tidak langsung memaksa UMKM serta masyarakat untuk mengikuti perkembangan zaman yang semuanya serba digital.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara tidak langsung membatasi kegiatan perekonomian di masyarakat. Di era seperti sekarang ini, keberadaan media sosial mampu memberi berbagai peluang bagi semua orang, terutama pelaku UMKM dalam mengembangkan perekonomian mereka.

Hal inilah yang mendorong mahasiswa KKN TIM II UNDIP asal Batang untuk melaksanakan kegiatan pelatihan digital marketing pada UMKM di Desa Pasekaran, Kabupaten Batang.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Julyan Hasna Maulida, salah satu mahasiswi KKN TIM II UNDIP asal Batang, belum lama ini dia melaksanakan kegiatan berupa pelatihan digital marketing pada UMKM Kripik Pisang Rafisqi. Kegiatan berlangsung di rumah Bapak Aziz, RT 02/RW 02, Desa Pasekaran, Kabupaten Batang, pada hari Jumat (16/07/2021).

“Kegiatan yang diberikan yaitu pemberian edukasi tentang digital marketing dan bagaimana cara implementasinya,” ungkap Julyan Hasna Maulida, mahasiswi Jurusan Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jumat (16/07/2021).

Kripik Pisang Rafisqi merupakan salah satu industri UMKM yang berada di Desa Pasekaran. Dengan terus berkembang, kini Kripik Pisang Rafisqi juga menjual produk yang lain seperti kripik usus. Tetapi Pak Aziz tetap fokus dengan produk utamanya yaitu kripik pisang yang memiliki aneka rasa.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan survey ke tempat Bapak Aziz terlebih dahulu, kemudian owner menjelaskan kegiatan operasional di tempat tersebut, serta membandingkan perkembangan bisnis pengelolaan kripik pisang sebelum dan sesudah adanya pandemi Covid-19. Beliau mengaku saat dilanda pandemi seperti ini, membuat penjualannya mengalami penurunan.

Dikarenakan program kerja dilakukan di tengah pandemi COVID 19 dan sedang diadakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), maka pelaksanaan tetap menggunakan protokol yang berlaku yaitu pertemuan terbatas dan mengenakan masker.

Kegiatan pelatihan digital marketing dilakukan dengan menyampaikan beberapa hal diantaranya pengenalan secara umum mengenai digital marketing, pembuatan akun di media sosial dan e-commerce, serta cara pemasaran menggunakan media sosial dan e-commerce.

Melalui platform instagram dan shopee dengan nama akun @kripikpisang_rafisqi, produk makanan bapak Aziz nantinya dapat diketahui masyarakat secara luas. Hasna menambahkan, dipilihnya strategi digital marketing karena cara ini sudah banyak digunakan oleh para pelaku usaha dan tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk menggunakannya.

“Penggunaan digital marketing bertujuan untuk memudahkan pelaku UMKM di masa pandemi seperti sekarang ini supaya usahanya tetap bisa berjalan dan survive,” ujarnya.

Kegiatan dilakukan dengan dua cara. Pertama, kegiatan dilakukan secara langsung/tatap muka dengan Bapak Aziz sebagai pelaku UMKM yang ada di RT 02/RW 02, Desa Pasekaran. Kegiatannya berupa penjelasan materi dan praktek pembuatan akun media sosial dan e-commerce. Sedangkan cara yang kedua yaitu kegiatan dilaksanakan secara daring/online melalui fitur chat aplikasi WhatsApp untuk pemberian materi, tanya jawab, dan monitoring.

Dengan adanya kegiatan pelatihan ini, pak Aziz berharap dapat membantu menaikkan kembali penjualan kripik pisangnya dan memperluas jangkauan pemasarannya. Meskipun belum menunjukkan dampak yang cukup signifikan, namun mahasiswa optimis bapak Aziz nantinya dapat meningkatkan penjualannya dengan baik dan lebih produktif di tengah pandemi.(jul/ris)

You might also like

Comments are closed.