Klarifikasi Hendi terkait Kasus Damayanti

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membantah pemberitaan yang menyebutkan dirinya menerima uang dari Damayanti Wisnu Putranti dalam kasus dugaan korupsi suap pengamanan proyek jalan Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini memberikan klarifikasi terkait pemberitaan tersebut. Berikut ini pernyataan Hendi yang disampaikan ke redaksi metrosemarang.com, Jumat (18/3).

Hendi langsung disambut ribuan warga yang sudah menunggunya di Balai Kota Semarang, usai pelantikan, Rabu (17/2) siang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Hendi langsung disambut ribuan warga yang sudah menunggunya di Balai Kota Semarang, usai pelantikan, Rabu (17/2) siang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Sehubungan dengan pemberitaan pada situs koran.tempo.co  (Koran Tempo) dengan judul:  “Walikota Semarang Akui Terima Dana Dari Damayanti”, yang dipublikasikan pada hari Jumat, tanggal 18 Maret 2016, dengan url http://koran.tempo.co/konten/2016/03/18/395731/Wali-Kota-Semarang-Akui-Terima-Dana-Dari-Damayanti , bersama ini saya sampaikan hal-hal sebagal berikut:

a. Bahwa judul serta materi yang terpublikasi tersebut tidak sesuai dengan apa yang saya (Hendrar Prihadi) utarakan kepada wartawan Koran Tempo saat wawancara berlangsung pada tanggal 16 Maret 2016;

b. Bahwa saya tidak menerima uang dari staff khusus Damayanti, Dessy A. Edwin. Dana tersebut diserahkan kepada rekan partai. Rekan partai mengatakan bila dana tersebut merupakan dana gotong royong. Dan saya baru mengetahui jika dana tersebut bukan dana gotong royong setelah ramai-ramai berita terkait Damayanti;

Terkait dengan hal tersebut, maka saya Hendrar Prihadi sekali lagi melakukan bantahan dan menegaskan bahwa berita pada situs koran.tempo.co  (Koran Tempo) dengan judul:  “Walikota Semarang Akui Terima Dana Dari Damayanti”, yang dipublikasikan pada hari Jumat, tanggal 18 Maret 2016, dengan url http://koran.tempo.co/konten/2016/03/18/395731/Wali-Kota-Semarang-Akui-Terima-Dana-Dari-Damayanti tidak sesuai dengan apa yang saya utarakan.

Oleh karena itu, kami meminta kepada Koran.Tempo.co (Koran Tempo) serta media-media lain yang juga menuliskan artikel terkait berita tersebut untuk melakukan klarifikasi sehubungan dengan pemberitaan tersebut dalam waktu paling lama 1 x 24 jam terhitung sejak tanggal dikirimnya email ini.

Hal ini sebagai bentuk untuk melayani hak jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (“UU Pers”) dan Kode Etik Jurnalistik (Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/5K-DP/III/2006).

Berita ini sekaligus sebagai klarifikasi dan hak jawab dari berita sebelumnya, yang berjudul “Hendi Ikut Nikmati Uang Suap Damayanti?” pada Jumat (18/3). (*)

You might also like

Comments are closed.