Kolektivitas di Balik Laju Impresif PSIS

METROSEMARANG.COM – PSIS Semarang membukukan laju impresif hingga fase 16 besar Liga 2. Head coach Subangkit pun cukup puas dengan permainan kolektif yang ditampilkan Haudi Abdillah dkk sejauh ini.

Melcior jadi top skor PSIS hingga babak 16 besar. Foto: metrosemarang.com

Skuad Mahesa Jenar tengah bersiap melakoni laga krusial di babak 8 besar yang untuk sementara harus ditunda sampai batas waktu yang belum pasti. Tim Ibukota Jateng jadi salah satu kandidat yang diprediksi bakal melaju jauh, bahkan promosi ke Liga 1 musim depan.

Prediksi tersebut cukup beralasan jika menilik statistik yang ditorehkan PSIS sejauh ini. Skuad besutan Subangkit merupakan tim dengan persentase kemenangan tertinggi di antara seluruh kontestan Liga 2.

PSIS mengukir 15 kemenangan dari 20 laga atau 75 persen. Sebelas kemenangan dibukukan di fase grup dan empat di babak 16 besar. Mahesa Jenar baru mengalami dua kekalahan dan tiga kali seri.

Kampiun Liga Indonesia 1999 ini juga cukup produktif menjebol gawang lawan. Total 38 gol dijaringkan penggawa Mahesa Jenar atau 1,9 gol per gim. PSIS hanya kalah dari Martapura FC yang sudah mengemas 49 gol.

Yang menarik, gol-gol PSIS dibagi rata untuk 13 pemain. Kecuali kiper, semua lini sudah berkontribusi. Bahkan barisan defender sudah menghasilkan 10 gol atau 26,3 persen.

Di bawah kendali Subangkit, musim ini PSIS menjelma menjadi tim yang mengandalkan kolektivitas sebagai kekuatan utama. Tim ini tidak lagi bergantung pada pemain tertentu untuk memproduksi gol.

Terbukti tak ada penggawa PSIS dalam daftar 10 pencetak gol terbanyak di Liga 2. Top skor Tim Melcior Majefat baru mengoleksi 6 gol, jauh di bawah striker Kalteng Putra Rivaldi Bauwo yang sudah mengemas 17 gol.

PSIS bukan lagi tim yang hanya mengandalkan bola-bola crossing untuk mengoyak pertahanan lawan. Tapi serangan armada Subangkit justru lebih variatif dengan kehadiran dua winger lincah, Melcior dan Rifal Lastori yang bergabung pada putaran kedua fase grup.

Subangkit pun tak mau dipusingkan dengan kritikan yang dialamatkan pada produktivitas striker yang dimiliki PSIS. Musim ini peran attacante dimainkan oleh empat pemain berbeda, yakni Johan Yoga, Hari Nur Yulianto, Erik Dwi Ermawansyah dan debutan Sholihul Islam.

Johan sudah terdepak dari skuad dan baru mengemas satu gol. Erik yang paling produktif dengan torehan lima gol dan Hari Nur dua gol. Sedangkan Sholihul yang baru mencatatkan empat caps belum mampu mencetak gol.

“Tim ini punya kolektivitas yang bagus. Soal gol bisa siapa saja, tidak harus striker. Artinya semua pemain punya kontribusi nyata di dalam tim,” kata Subangkit, Kamis (19/10).

Bersama Subangkit, PSIS juga piawai dalam urusan mencetak gol dari skema set piece. Sekurangnya 20 gol lahir melalui proses bola mati. Setelah tidak ada M Ridwan yang dilepas di awal babak 16 besar, peran eksekutor bola mati kini diemban Taufik Hidayat. Pemain yang berposisi bek kiri itu sudah mengemas lima gol dari tendangan bebas.

Taufik Hidayat tumpuan PSIS dari skema set piece. Foto: metrosemarang.com

“Kami harus bisa mencetak gol dari situasi apapun, baik open play maupun set piece. Gol-gol yang tercipta juga merupakan hasil dari proses selama latihan,” beber Subangkit.

Eks pembesut Mitra Kukar itu berharap molornya jadwal 8 besar memberi waktu ekstra bagi pemai baru bisa semakin menyatu dengan tim. Selain Sholihul Islam, ada enam penggawa anyar yang direkrut, yakni Andrid Wibawa, Ali Khumaidi, Adit Wafa, Aldaeir Makatindu, Nanang Wahyudi dan Fajar Setya Jaya.

“Skuad utama semakin matang dan saya berharap pemain lainnya juga bisa meningkatkan level permainan, sehingga mereka sudah siap jika dibutuhkan tim,” tutur pelatih 58 tahun itu.

Babak 8 besar semula dijadwalkan bergulir pada 20 Oktober. Namun, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan menundanya dan baru akan menggelar pertemuan dengan pihak klub akhir pekan ini.

Seperti diketahui, PSIS berada satu grup bersama Persebaya Surabaya, PSPS Riau dan PS Mojokerto Putra. Babak 8 besar digelar dengan format setengah kompetisi. Dua tim teratas bakal melaju ke babak semifinal. (twy)

Statistik PSIS

GOL 38

Penyisihan Grup 26-7

Babak 16 Besar 12-5

PENCETAK GOL

6 Melcior Majefat

5 Erik Dwi dan Taufik Hidayat

4 M Ridwan (dilepas) dan Rifal Lastori

3 Ahmad Agung Setiabudi

2 M Yunus, Hari Nur, Haudi Abdillah,           Safrudin Tahar

1 Johan Yoga (dilepas), Franky                       Mahendra, Rio Saputro

You might also like

Comments are closed.