Kolkas: Gunakan Karyaku Banggalah pada Kotamu

Showcase Kolkas menampilkan karya-karya grafis yang sudah diaplikasikan di berbagai produk di Widya Mitra, Jalan MT Haryono, Semarang, Sabtu-Minggu (13-14/6). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Showcase Kolkas menampilkan karya-karya grafis yang sudah diaplikasikan di berbagai produk di Widya Mitra, Jalan MT Haryono, Semarang, Sabtu-Minggu (13-14/6). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

PERKEMBANGAN dunia grafis di Semarang harus diakui lebih lambat dibanding kota besar lain. Aplikasi karya-karya grafis, terutama bercitra Semarang, di produk seperti kaos dan merchandise lain pun kurang. Miris melihatnya, mengingat dari sisi sumber daya, baik subjek maupun objek di Semarang berlimpah ruah.

Dari kegelisahan inilah, Kolkas muncul. Sebuah platform repository grafis yang dibangun dari kontribusi karya desainer grafis dan seniman lokal sebagai sumber daya lunak kota. Karya-karya yang ada di kolkas.net dapat diakses dan dimanfaatkan oleh warga kota secara gratis.

Kolkas berusaha menjawab kekosongan wadah untuk para pendekar grafis dan seniman muda semarang dalam menyalurkan aspirasi dan berkontribusi untuk kota. Ada 12 seniman grafis muda Semarang yang menggagas platform ini. Mereka berasal dari beberapa perguruan tinggi dan komunitas di Semarang.

Melalui platform ini, mereka menyalurkan inisiatif untuk berbagi dan menciptakan atmosfer yang lebih produktif bagi kota. Model ini juga merupakan sebuah eksperimen stimulasi ekonomi dengan menyediakan “modal kekayaan intelektual” bagi siapapun yang tergerak untuk mewujudkan karya-karya tersebut menjadi suatu produk yang berbasis citra kota

“Misi Kolkas adalah menyediakan wadah sumber daya bagi kota dalam bentuk grafis yang mudah diakses dan direproduksi secara luas oleh warga kota. Menyediakan file grafis dalam bentuk aslinya dan memberikan keleluasaan hak guna bagi warga namun tetap melindungi hak penciptanya dengan menerapkan lisensi creative commons,” jelas salah satu penggagaas Kolkas, Muhammad Fatchurofi, ditemui di Showcase Kolkas di Widya Mitra, Jalan MT Haryono Semarang, Minggu (14/6).

Kolkas.net dilaunching Sabtu (13/6) malam di tempat yang sama. Acara yang dimeriahkan penampilan band duo Antaralain ini dilanjutkan dengan diskusi bersama The Popo. Bagi yang belum kenal, The Popo adalah seniman, pengajar dan salah satu street artist paling populer di Indonesia dengan karya – karya kritik sosialnya.

Minggu sore ini, Showcase Kolkas berlanjut dengan diskusi bersama Creative Common Indonesia dan screening film oleh komunitas Hysteria. Di akhir acara, dilakukan lelang karya dari para desainer grafis atau seniman yang sudah diaplikasikan dalam bentuk kaos, tote bag¸ mug, stiker, post card, notebook dan poster.

“Hasil lelang karya akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan website nantinya,” lanjut Fatchurofi.

Nah, lalu bagaimana caranya bisa memanfaatkan kolkas.net dan apa sajakah ketentuannya? Mudah saja. Klik kolkas.net dan lihat-lihat bebagai koleksi grafis yang ada di sana. Jika sudah menemukan yang disukai, langsung saja unduh.

Karya-karya grafis itu boleh diterapkan menjadi produk seperti kaos, poster, totebag, mug, topi, payung dan sebagainya. Mau dipakai untuk tujuan komersial? SIlakan. Asal satu saja yang yang harus diperhatikan. Pengguna harus mencantumkan nama kreator pada produk yang dibuat.

Pengguna bahkan boleh menyalin dan menyebarluaskan kembali karya-karya yang ada di Kolkas dalam bentuk apapun. Tak haram juga untuk mengubah desain, me-remix, mengadaptasi atau melakukan penyesuaian pada karya untuk tujuan yang diinginkan.

“Sekali lagi, dengan satu syarat. Yakni wajib menyebutkan sumber ciptaan karya dengan mencantumkan nama kreator karya pada setiap penggunaan produk maupun karya turunan,” tegas Galih Pratama, anggota Kolkas.

Larangan lain, menurut Anggota Komunitas Karamba ini, yaitu tidak diperbolehkan menghilangkan atau tidak mencantumkan atribut karya berupa pencantuman sumber karya dan pencipta karya. Kemudian dilarang mengakui karya atau mengganti atribusi karya, dan dilarang menjual (softcopy) karya secara langsung atau masih dalam bentuk dasarnya.

 

Oya, selain mengunduh, Kolkas juga memberi kesempatan siapapun untuk menyumbangkan karya grafisnya. Ada fasilitas upload di kolkas.net dengan syarat karyanya boleh digunakan siapapun seperti karya Kolkas lain.

Pada akhirnya, menurut Galih, Kolkas didasari semangat gotong royong untuk bersama-sama memberi kontribusi pada kota. Karya-karya grafis ini adalah bentuk sumbangan dari anak-anak muda untuk membangkitkan kebanggaan pada Kota Semarang. “Siapapun yang membutuhkan desain grafis gratis boleh saja. Sederhananya, silakan gunakan karyaku lalu banggalah pada kotamu”.(Anton Sudibyo)

Comments are closed.