Komikus Muda Indonesia Pamerkan Karya di Lawang Sewu

Suasana pameran Komik dan Animasi 2015 di Kompleks Lawang Sewu Semarang, Rabu (18/11). Foto: metrosemarang.com/abdul arif
Suasana pameran Komik dan Animasi 2015 di Kompleks Lawang Sewu Semarang, Rabu (18/11). Foto: metrosemarang.com/abdul arif

 

METROSEMARANG.COM – Sejumlah stan memamerkan karya komikus dan animator di Lawang Sewu Semarang, Rabu (18/11). Komik-komik dan karya animasi tersebut merupakan produksi dari sentra-sentra komik di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Pameran yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) itu dijadwalkan berlangsung selama empat hari, hingga 21 November itu menyedot perhatian dari sejumlah kalangan terutama para pelajar. Setidaknya ada puluhan pelajar SMP dan SMA di Semarang yang menyaksikan pameran.

Deodatus Argadhea P (12) siswa kelas 7 SMP Maria Goretti Semarang tak ingin ketinggalan menyaksikan pameran. Penggemar komik anime Naruto dan One Piece itu mengaku senang bisa melihat koleksi komik yang dipamerkan.

“Saya jarang beli komik lokal. Tapi yang dipamerkan di sini bagus-bagus,” katanya.

Peserta pameran berasal dari Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang,  Jepara, Salatiga, Yogyakarta, Solo, Malang dan Surabaya. Di antaranya, Papillon Semarang, Twelve Ink, Komisi Solo, Urakurek Studio, Manimonki Studios Jakarta, perwakilan perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), komunitas dan lainnya.

Oki Candra Maulana Ahmad mahasiswa Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Unnes turut memamerkan sejumlah mahasiswa dalam pameran itu. Koleksi yang dipamerkan merupakan komik hasil penugasan mata kuliah kesenian.

Setidaknya ada puluhan karya komik bergenre legenda Indonesia. Di antaranya cerita rakyat Papua Legenda Batu Panas karya Arief Hadinata, Seri Pop-up Cerita Kudus karya Rico Andriansyah dan legenda Salatiga karya Reza Pahlevi.

“Kalau di kampus memang ditekankan mengangkat budaya dan cerita legenda di Indonesia saja. Sambil bercerita, kami kenalkan budaya dalam cerita komik,” katanya.

Stan lainnya, Manimonki Studios memamerkan karya animasi. Marketing media Manimonki, Suci Indriyanti mengatakan studionya kerja di bidang visual effect dan 3D animasi. Biasanya mengerjakan project iklan dan company profile. (arf)

 

 

You might also like

Comments are closed.