Komisi B: Normalisasi BKT Jangan Terlalu Merugikan PKL

relokasi PKL
Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang mendengarkan keluhan dari PKL Barito di Mlatiharjo yang keberatan direlokasi ke Pasar Klitikan karena kurang layak, Selasa (17/4). (foto: metrosemarang.com/Masrukhin Abduh)

 

METROSEMARANG – Pemerintah Kota Semarang harus memperhatikan nasib PKL Barito di Mlatiharjo, Semarang Timur, yang akan direlokasi dari bantaran Sungai Banjir Kanal Timur. Proyek normalisasi sungai tersebut tidak boleh terlalu merugikan para PKL.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, menanggapi para PKL yang mengadukan nasibnya karena disediakan tempat relokasi yang kurang layak di Pasar Klitikan Penggaron di Ruang Komisi B, Selasa (17/4).

Menurut Agus Riyanto, meskipun Pemerintah Kota Semarang diwajibkan menyediakan dan membersihkan lahan bantaran sungai untuk normalisasi BKT yang merupakan proyek nasional, namun relokasi PKL tetap harus memperhatikan standar dan kenyamanan.

Baca Juga: PKL Barito memprotes tempat relokasi Mlatiharjo yang sempit

‘’Kalau mereka pindah tapi tempatnya tidak layak atau belum siap kan juga kasihan mereka. Mereka siap ditempatkan atau direlokasi dimana saja, tapi harapan mereka tempatnya harus sudah siap untuk dipakai aktifitas berjualan,’’ kata Agus Riyanto usai menemui para pedagang.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, pihaknya akan menyingkronkan antara keterangan dari Dinas Perdagangan dan PKL. Sebab sebelumnya Dinas Perdagangan menyatakan sudah menyiapkan tempat relokasi untuk semua pedagang yang terimbas oleh normalisasi BKT.

‘’Jangan sampai masyarakat yang direlokasi itu terlalu dirugikan. Karena kasihan juga mereka sudah puluhan tahun berjualan di bantaran BKT dipindah, tapi kemudian  tempat yang baru tidak standar atau tidak nyaman,’’ tegasnya.

Namun demikian, pihaknya tetap mendorong semua PKL agar tetap mau direlokasi ke tempat yang disediakan oleh pemerintah. Pihaknya akan menjembatani terkait kekeruangan yang ada di tempat relokasi dengan Dinas Perdagangan.

‘’Kami mengapresiasi sebagian pedagang yang sudah pindah, karena sudah ada pedagang yang sudah pindah sendiri meskipun tempatnya dinilai masih kurang layak. Kemampuan pedagang memang berbeda-beda,’’ tandasnya.

Sebelumnya, Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito di Mlatiharjo Kecamatan Semarang Timur mengadukan nasibnya ke Komisi B DPRD Kota Semarang karena mau direlokasi dari bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Mereka menyatakan menolak direlokasi karena menilai tempat relokasinya di Pasar Klitikan Penggaron tidak memadai. (duh)

You might also like

Comments are closed.