Komisi B Siap Carikan Solusi Masalah Pedagang Pasar Johar

Jajaran Komisi B DPRD Kota Semarang meninjau lokasi Pasar Johar Sementara, Senin (11/1/2016). Dewan berjanji akan mencari solusi masalah yang dihadapi pedagang setempat. Foto: metrosemarang.com/dok

METROSEMARANG.COM – Para pedagang Pasar Johar yang berada di tempat relokasi lahan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menuntut Pasar Johar baru di Jalan Agus Salim segera dibangun. Mereka mengeluh selama dua tahun di tempat relokasi sangat menderita.

Selain sepi pembeli, mereka juga mengaku menderita karena banyak pedagang yang dibiarkan berjualan di kawasan Pasar Johar yang terbakar. Khususnya di kanan-kiri sepanjang Jalan Agus Salim. Hal itu menyebabkan masyarakat enggan belanja di tempat relokasi karena di Jalan Agus Salim aksesnya jelas lebih mudah.

‘’Pasti kami kalah bersaing karena pembeli akan lari ke kawasan Johar semua, karena aksesnya lebih mudah,’’ kata perwakilan Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Johar di tempat relokasi MAJT, Suparno, saat mengikuti rapat bersama Komisi B DPRD Kota Semarang di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang, Senin (15/5).

Dirinya mendesak Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Dinas Perdagangan, untuk membersihkan seluruh pedagang yang berada di Jalan Agus Salim. ‘’Kami pedagang yang patuh mau direlokasi ke MAJT justru malah menderita. Sebelum pindah kami bisa menjual cabe tiap hari tujuh karung, sekarang menghabiskan satu karung saja dalam seminggu sangat sulit,’’ keluh Suparno.

Pembangunan Pasar Johar sendiri dilakukan oleh Dinas Tata Ruang Kota Semarang. Menurut Sekretaris Dinas Tata Ruang yang hadir dalam rapat, Irwansyah menjelaskan, bahwa pembangunan Pasar Johar akan dibangun 4 lantai selama 3 tahun dari 2017-2019. Tahap pertama telah disiapkan anggaran Rp 50 miliar untuk penguatan bangunan cagar budaya di Pasar Johar yang terkena dampak kebakaran.

‘’Tahap pertama ini akan segera dilelangkan, sekitar bulan Juli 2017 mendatang kemungkinan sudah mulai ada pembangunan,’’ terangnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto mengatakan, siap mencarikan solusi yang terbaik terhadap keluhan para pedagang di tempat relokasi yang sepi pembeli. Nantinya akan dicari formula yang pas agar pedagang bisa ramai pembeli jualannya dan pembangunan Pasar Johar juga berjalan.

‘’Kami harapkan semua pihak bisa menahan ego masing -masing untuk membuat Pasar Johar tetap jadi ikon dan ikut membesarkan Kota Semarang. Setelah pembahasan hari ini, kami akan buat rapat kerja antara perwakilan pedagang, Dinas Perdagangan serta Dinas Tata Ruang,’’ pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.