Komisi D Akui Penerimaan Pegawai Non-ASN di Damkar Tidak Beres

METROSEMARANG.COM – Komisi D DPRD Kota Semarang mengungkap ketidakberesan penerimaan pegawai non-ASN atau pegawai kontrak di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) pernah diterima laporannya. Tapi saat dikonfirmasi kepala dinasnya menyatakan clear tidak ada masalah.

Eks pegawai kontrak Dinas Damkar mengadu ke DPRD Kota Semarang, Rabu (12/4). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

‘’Waktu dengar pendapat dengan para kepala OPD baru sudah pernah muncul adanya keluhan soal seleksi penerimaan pegawai kontrak di Dinas Pemadam Kebakaran. Saat itu sudah ditanyatakan, namun kepala dinas menyatakan clear tidak ada masalah dan siap bertanggung jawab atas kegiatan penerimaan pegawai itu,’’ kata Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, Kamis (13/4).

Namun adanya laporan LBH Semarang yang mengadukan soal transparansi, objektifitas, dan akuntabilitas semakin menguatkan dugaan tidak beresnya penerimaan pegawai tersebut. Karena itu, pihaknya telah meminta LBH Semarang melengkapi data laporan dan akan menindaklanjuti laporan tersebut. ‘’Bersama pimpinan dan anggota komisi lainnya kami akan tindaklanjuti,’’ ujarnya.

Ia menyayangkan proses penerimaan pegawai non-ASN itu memunculkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan dari peserta. Sehingga ia berharap ada introspeksi dan evaluasi serta jalan keluar atau solusi yang tepat dari Pemkot Semarang terkait masalah ini.

”Mereka sudah melapor ke Ombudsman, kepala dinas, dan wali kota sehingga Komisi D hanya perlu melakukan pengawasan fungsional supaya kegiatan penerimaan sesuai dengan peraturan,” katanya.

Ditambahkan, saat dengar pendapat dengan kepala OPD baru termasuk kepala Dinas Pemadam Kebakaran, laporan yang dikeluhkan masyarakat soal penerimaan pegawai non-ASN utamanya adalah soal persyaratan diutamakan yang sudah berpengalaman.

Namun dalam seleksi ternyata ada 46 pegawai petugas pemadam kebakaran yang tidak lolos untuk bekerja kembali di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Padahal sudah bekerja selama bertahun-tahun bahkan ada yang 4 tahun.

”Yang paling mencolok mungkin masalah itu, kalau soal nilai kami belum melihat secara fisik seperti apa,” katanya.

Seperti diketahui, sebanyak 20 dari 46 eks pegawai kontrak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang melalui LBH Semarang memprotes hasil seleksi penerimaan pegawai non-ASN 2017. Pasalnya selama ini sudah bekerja bertahun-tahun di Dinas Pemadam Kebakaran namun justru tidak diterima dengan alasan yang dinilai tidak jelas. (duh)

You might also like

Comments are closed.