Komitmen Jaga Kualitas Udara, Ini Upaya DLH Kurangi Pencemaran Lingkungan

METROSEMARANG.COM – Upaya yang terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam menangani pencemaran lingkungan mulai terlihat hasilnya. Salah satunya dari kualitas udara perkotaan yang menempati urutan kedua terbersih di Indonesia dan berkurangnya sampah yang masuk ke Tempat Pembungan Akhir (TPA) Jatibarang.

Kepala DLH Kota Semarang Gunawan Saptogiri meninjau stan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup di balai kota, Selasa (25/7). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

‘’Kita harus peduli pada lingkungan dengan menjaga bumi. Bumi yaitu udara, air dan tanah yang semua harus kita jaga,’’ kata Kepala DLH Kota Semarang, Gunawan Saptogiri saat peringatan Hari Lingkungan Hidup dengan tema Connecting People to Nature di balai kota Semarang, Selasa (25/7).

Gunawan mengatakan, persoalan lingkungan diakui masih menjadi permasalahan di Semarang yang sedang terus berupaya diselesaikan. Seperti masih banyak ditemukannya sampah di selokan-selokan oleh masyarakat yang membuang sampah sembarangan sehingga sering menyebabkan banjir.

Selain itu, turunnya permukaan tanah yang setiap tahun mencapai 2-15 centimeter akibat di antaranya oleh perambahan hutan dan penggalian tanah secara sembarangan. Kemudian kondisi air permukaan yang juga sebagian masih tercemar oleh perbuatan yang tidak bertanggungjawab seperti membuang sampah di sungai.

Namun, upaya untuk membuat masyarakat sadar dan menjadi peduli dengan lingkungan terus dilakukan oleh pihaknya. Salah satunya untuk kualitas udara di Semarang saat ini sudah sangat baik dengan upaya yang telah dilakukan tersebut.

‘’Untuk udara alhamdulillah tingkat pencemarannya masih di bawah baku mutu, bahkan Semarang memperoleh penghargaan kualitas udaranya nomor dua setelah Palembang,’’ katanya.

Untuk pencemaran lingkungan juga sudah cukup baik dengan adanya program bank-bank sampah di tiap kelurahan. Saat ini sampah yang masuk ke TPA Jatibarang sudah berkurang dari tahun 2016 sekitar 80% menjadi 77%, dari hampir sekitar 1.000 ton sampah yang diproduksi kota ini per hari.

‘’Itu artinya adanya bank-bank sampah yang kami lakukan dan kepedulian masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah menunjukkan hasil,’’ imbuhnya.

Gunawan menegaskan, pihaknya akan terus berusaha untuk memperingatkan dan mengajak masyarakat untuk kembali kepada lingkungan. Artinya untuk peduli kepada lingkungan demi menjaga bumi ini dari pencemaran baik di udara, air maupun tanah.

‘’Dimulai dari yang terkecil seperti jangan membuang sampah sembarangan, menggunakan kantong-kantong yang ramah lingkungan, mengurangi penggunaan kantong plastik, menggalakan gerakan ayo menanam pohon,’’ pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.