Kompetisi Berhenti, Klub Merugi, Bagaimana Lagi?

Ricuh Suporter Liga 1

Dengan tidak adanya aktivitas kompetisi, klub juga kehilangan pemasukan. Sedangkan mereka juga harus membayar gaji pemain sebesar Rp 900 juta, belum lagi biaya operasional tim, sewa lapangan untuk latihan

MINGGU petang, 23 September 2018, Persija Jakarta dijadwalkan berlaga melawan Persib Bandung pada pekan ke-23 Liga 1 musim ini. Laga berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Namun berita duka mewarnai laga.

Remaja pria berusia 23 tahun yang berniat mendukung tim sepakbola kebanggaannya berlaga, tewas sebelum pertandingan dimulai. Haringga Sirla, ia adalah pendukung tim Persija. Nyawanya tak tertolong lantaran luka parah akibat pengeroyokan beberapa orang dari kelompok suporter Persib.

Haringga menambah daftar panjang korban tewas akibat perselisihan antar kelompok suporter sepakbola Indonesia. Save Our Soccer mencatat, sejak tahun 1994 telah ada 76 supoter sepakbola Indonesia yang tewas. Penyebabnya didominasi oleh pengeroyokan dan perselisihan antar kelompok suporter.

Persebaya Surabaya tercatat sebagai tim yang kehilangan jumlah suporter terbanyak, 17 suporter tewas. Persija Jakarta dan Arema Malang masing-masing tercatat kehilangan sembilan suporter karena tewas.

 

PSIS saat ini sedang bagus-bagusnya dan tiba-tiba kompetisi harus berhenti. Kondisi seperti ini tentu akan berdampak terhadap psikologis tim. -Yoyok Sukawi, CEO PSIS Semarang-

 

Tewasnya Haringga memicu reaksi berbagai pihak. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyerukan agar Liga Indonesia ditunda selama dua pekan. Induk organisasi sepakbola nasional PSSI meresponnya dengan menghentikan kompetisi Liga 1 level senior.

Keputusan tersebut kemudian diperkuat dengan surat Nomor 4195/AGB/1903/IX-2018 tanggal 26 September 2018 yang disosialisasikan kepada 18 klub peserta Liga 1. Ketua PSSI Edy Rahmayadi mengatakan baru akan memutar kompetisi kasta tertinggi setelah kasus yang menewaskan Haringga benar-benar tuntas. Tak ada batasan waktu yang ditetapkan oleh PSSI.

 

Bulan Madu Terhenti

Keputusan itu mengecewakan klub PSIS Semarang. Betapa tidak kecewa? Pada saat performa tim sedang bagus-bagusnya, tapi malah harus setop bertanding.

Performa PSIS terus menunjukkan grafik meningkat sejak pergantian pelatih Vincenzo Alberto Annese ke Jafri Sastra. Tim berjuluk Mahesa Jenar itu juga sedang menikmati “bulan madu” dengan pelatih baru Jafri Sastra, yang membawa sejumlah strategi menyegarkan. Diantaranya memainkan kombinasi Bruno Silva, Hari Nur dan Bayu Nugroho.

Di Staion Moch Soebroto, kombinasi berjuluk Trio Sihab itu menjadi mimpi buruk bagi tim tamu. Bruno Silva mengukir dua gol dan satu assist untuk gol kedua atas nama Hari Nur. Bayu Nugroho dan Hari masing-masing berbagi satu gol.

Tiga nama itu juga menjadi bintang kemenangan Mahesa Jenar saat menggulung PSMS Medan 3-2, dua pekan sebelumya. Total sudah tujuh gol dihasilkan oleh Trio Sihab dalam tiga laga terakhir.

Kemenanganatas Perseru berhasil menambah tiga poin dan mengentaskan PSIS dari zona merah. (foto: metrojateng/Tri Wuryono)

Sepanjang musim ini kombinasi tiga pemain tersebut sudah menghasilkan 18 gol atau 75 persen lebih dari total 23 gol PSIS sampai pekan ke-23. Lima gol lainnya diukir oleh Ibrahim Conteh (empat gol) dan Komarudin (satu gol).

Bruno Silva yang paling banyak terlibat dalam gol-gol Mahesa Jenar. Mantan striker Botafogo SP sudah memproduksi tujuh gol plus lima assist. Di era Vincenzo Alberto Annese, pemain 27 tahun itu hanya sanggup mencetak empat gol dalam 20 laga.

Top skor klub sementara jadi milik Hari Nur Yulianto. Kapten baru PSIS tersebut mengemas delapan gol dan dua assist. Torehan itu menjadikan Hari dinilai layak mendapat panggilan Timnas.

Kehadiran Jafri Sastra juga mampu membuat Bayu Nugroho lebih bertaji. Dalam tiga laga terakhir, eks Persis Solo mencetak dua gol dan satu assist. Total sudah tiga gol dan tiga assist diukir Bayu Nugroho.

PSIS masih memiliki 11 laga dan lima di antaranya berstatus kandang. Melawan Barito Putera, Arema FC, Sriwijaya FC, Persib Bandung dan Persipura. Sedangkan enam laga tandang akan dimainkan di kandang Persela Lamongan, PS Tira, Mitra Kukar, Borneo FC, Madura United dan Persebaya.

Saat ini PSIS menghuni peringkat 15 dengan poin 26. PSIS baru saja mentas dari kubangan zona degradasi setelah mengalahkan Perseru Serui di Stadion Moch Soebroto Magelang, pada hari yang sama saat Haringga tewas. Sedianya, Mahesa Jenar bakal melanjutkan pertarungan di kandang Persela Lamongan pada Minggu, 30 September 2018 dan dilanjutkan dengan menjamu Barito Putera bulan depan. Sayang, sepertinya laga itu urung digelar.

 

Tekor Miliaran

Penundaan kompetisi dikhawatirkan bakal berdampak pada psikologis tim. CEO PSIS Yoyok Sukawi meradang karena PSIS sedang bagus-bagusnya dan “PSIS saat ini sedang bagus-bagusnya dan tiba-tiba kompetisi harus berhenti. Kondisi seperti ini tentu akan berdampak terhadap psikologis tim,” kata dia, Kamis, 27 September 2018.

Bukan itu saja. Keputusan menghentikan kompetisi juga dinilai bakal menimbulkan kerugian bagi klub-klub peserta. Manajemen PSIS memastikan pengeluaran klub dipastikan membengkak hingga miliaran rupiah.

“Sudah pasti klub yang dirugikan kalau kompetisi berhenti. Pengeluaran bakal membengkak di akhir musim. Ini sangat memberatkan,” kata Yoyok Sukawi, Selasa, 25 September 2018.

Dengan tidak adanya aktivitas kompetisi, klub juga kehilangan pemasukan. Sedangkan mereka juga harus membayar gaji pemain sebesar Rp 900 juta, belum lagi biaya operasional tim, sewa lapangan untuk latihan. Terlebih PSIS sudah memindahkan aktivitas latihan di Magelang. Juga masih ada pengeluaran lainnya, seperti sewa apartemen atau penginapan dan makan.

psis semarang
Performa tim yang sedang menunjukkan grafik menanjak, justru harus dihentikan. Hal ini dikhawatirkan berdampak psikologis pada tim. (foto: metrojateng/Tri Wuryono)

“Total harus menganggarkan sekitar Rp 1,2 miliar. Kalau seperti ini siapa yang mau mengganti,” kata Yoyok. Jika sesuai jadwal, kompetisi berakhir sampai 9 Desember 2018, begitu juga dengan kontrak pemain. Jika musim kompetisi molor, maka mau tidak mau PSIS harus menambah durasi kontrak pemainnya selama sebulan.

Penundaan kompetisi juga bakal mengganggu hubungan klub dengan pihak sponsor. “(Kompetisi berhenti) bukan kondisi yang diinginkan oleh pihak sponsor. Mereka juga butuh kepastian,” katanya.

Meski begitu, anggota Exco PSSI tersebut tetap menghormati keputusan federasi sebagai bentuk respek terhadap insiden tewasnya suporter. Dia berharap agar ada tindakan tegas terhadap klub maupun suporter.

“Kekerasan tak boleh dibiarkan dalam sepakbola, apalagi sampai menghilangkan nyawa. Kami tetap menghormati keputusan federasi karena ini sudah menjadi masalah nasional,” tegasnya.

Di sisi lain, 18 klub Liga 1 akan melakukan pertemuan pada 30 September 2018 untuk menentukan sikap. Mereka bakal meminta kepastian dari PSSI maupun operator kompetisi.

 

Kewaspadaan Meningkat

Sabtu, 29 September 2018, Persis Solo dijadwalkan perlaga tandang melawan Persibat Batang di Batang. Meskipun pertandingan tak digelar di Semarang, Polrestabes Semarang turut melakukan peningkatan pengamanan keamanan pada laga lanjutan Liga 2 itu.

Hal itu mengingat suporter tamu, Persis Solo bakal melewati Semarang. Sementara, Juli 2018 lalu terjadi gesekan antara kelompok suporter saat pertandingan antara Persis Solo melawan Persik Kendal. Ricuh suporter saat itu tak hanya terjadi di Kendal, melainkan juga di Semarang. Tepatnya di Mangkang dan Jatingaleh.

“Terlebih, berkaca dari peristiwa di Bandung beberapa hari lalu, kami tidak ingin hal-hal yang kurang kondusif serta meresahkan terjadi,” ujar Kabag Ops Polrestabes Semarang, AKBP Iga DP Nugraha usai melakukan rapat koordinasi di Ruang Rupatama, Mapolrestabes Semarang, Kamis, 27 September 2018.

Pihaknya tak ingin kejadian tersebut terulang kembali. Informasi yang diterima kepolisian di Semarang, ada serbu tiket disediakan untuk suporter Persis. Kepolisian memprediksi bakal ada lebih dari seribu suporter yang berangkat ke Batang.

psis semarang
Kewaspadaan ditingkatkan untuk menghindari gesekan antar kelompok suporter. (foto: metrojateng/Tri Wuryono)

Personel satuan setiap Polsek di Kota Semarang bakal berpatroli dan melakukan pengamanan di jalur yang dilintasi oleh suporter. Didukung Personel Satuan Brimob dan Shabara, masing-masing 100 orang. Simulasi pengalihan arus kendaraan juga telah disiapkan.

Suporter yang melakukan perjalanan dengan mobil diarahkan melalui tol dan keluar di pintu Tol Krapyak. Yang menggunakan sepeda motor diarahkan melintasi Gunungpati dan Kendal.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mewanti-wanti agar kejadian di Bandung itu tidak terjadi di Semarang. Menurutnya, sepakbola bola seharusnya dipahami hanya sebagai sebuah industri hiburan dan sarana meraih prestasi, khususnya peningkatan prestasi sepak bola di Indonesia.

“Tapi saya rasa keputusan penghentian Liga 1 sampai waktu belum ditentukan ini harus dipahami sebagai evaluasi buat seluruh pegiat komponen di wilayah sepakbola. Supaya ke depan sepak bola tidak dijadikan untuk saling bermusuhan,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Tri Wuryono, Marukhin Abduh, Efendi
Editor: Eka Handriana
You might also like

Comments are closed.