Komplotan Pencuri Burung Dibekuk di Tembalang

METROSEMARANG.COM – Tim Reskrim Polsek Tembalang meringkus komplotan spesialis pencuri burung lovebird. Kelompok yang beranggotakan tiga orang itu telah berulang kali melancarkan aksinya di daerah Gayamsari dan sekitarnya.

Komplotan spesialis pencuri burung dibekuk di Tembalang. Foto: metrosemarang.com/efendi

Kali terakhir, mereka menggasak burung lovebird milik Rudi Hermawan (23) di rumahnya Gayamsari Selatan RT 05 RW 03, Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang, Kamis (8/2) lalu.

Ketiga tersangka yakni Fahmi Baraja alias Ambon (20), warga Jalan Sawah Besar XIII, Rusunawa Blok D Kaligawe, Fajar Christanto (23), warga Perum Korpri Blok T, Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, serta Ahmad Arifudin alias Lekan (30), warga Gayamsari Selatan RT 10 RW 03, Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang.

“Mereka memang spesialis pencuri burung. Mereja juga sudah ada tugasnya masing-masing kalau pas mau melancarkan aksinya,” ujar Kapolsek Tembalang Kompol Budi Rahmadi, Rabu (21/2).

Budi juga mengatakan, sasaran dari setiap aksi yang mereka lakukan ialah burung dalam sangkar yang sedang dijemur oleh pemiliknya. Mereka juga selalu melakukan tindak pencurian itu di siang hari.

Sementara peran dari masing-masing tersangka ialah eksekutor dilakukan oleh Fahmi. Sedangkan Fajar berperan sebagai joki yang mengantarkan Fahmi. Sementara Arifudin bertugas memetakan lokasi keberadaan burung yang hendak dieksekusi.

“Ya saya pas keluar gitu ngliat lokasinya, biasanya pas siang kalau sekalian beli minum, terus mereka (dua tersangka lain) saya panggil ke rumah minum dulu di rumah saya, terus saya beri tahu tempat burung sasarannya,” aku Arifudin.

Sementara itu, dalam aksinya Fahmi dan Fajar mengendarai sepeda motor yang juga hasil curian. Sepeda motor Honda Beat bernomor polisi H 3586 DP mereka curi di daerah Sambiroto, Tembalang beberapa waktu lalu.

“Ya memang ini sepeda motornya kami curi buat dipakai sendiri, kalau burung kami jual online biasanya laku Rp 200 ribu,” imbuh Fahmi.

Fahmi juga mengaku telah melakukan  pencurian itu sebanyak tiga kali. Burung hasil dua kali pencurian sebelumnya telah mereka jual dan uangnya digunakan untuk foya-foya. Namun belum sempat menjual burung hasil pencurian yang terakhir, mereka diringkus oleh petugas Polsek Tembalang.

“Jadi ini satu penangkapan langsung ada dua kasus, pencurian burung sama pencurian sepeda motor,” pungkas Budi Rahmadi.

Kini ketiga tersangka ditahan di Mapolsek Tembalang untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (fen)

You might also like

Comments are closed.