Komplotan Perampok Sadis Ini Jual Emas 3 Kilo secara Eceran

Kombes Gagas Nugraha menunjukkan nota palsu yang disita dari komplotan perampok Toko Mas Jaya Putra Brebes. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Kombes Gagas Nugraha menunjukkan nota palsu yang disita dari komplotan perampok Toko Mas Jaya Putra Brebes. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Komplotan perampok toko emas yang dilumpuhkan Dit Reskrimum Polda Jateng ternyata punya sistem kerja yang benar-benar terorganiasasi. Mereka sangat detil mempersiapkan aksi, bahkan sampai pada buku nota untuk meyakinkan bahwa emas yang mereka jual nantinya adalah legal.

Komplotan yang diotaki Hadi Waluyo ini sudah menyiapkan nota dengan nama-nama sejumlah toko. “Sudah direncanakan. Dari barang bukti yang kami sita, ada plastik pembungkus emas berbagai ukuran dan sejumlah buku nota kosong yang bertuliskan beberapa toko,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha, Kamis (18/6).

Nota-nota tersebut di antaranya bertuliskan Toko Mas Ratu, di Jakarta Utara dan Toko Mas Harapan Sakti yang berada di Cilongok. “Dengan nota palsu tersebut, mereka akan menjualnya langsung ke masyarakat bukan penadah,” imbuh Gagas.

Seperti yang diketahui, selama beraksi di tiga TKP, komplotan yang berjumlah enam orang tersebut berhasil menggasak emas seberat kurang lebih 3 kilogram senilai hampir Rp 2 miliar. Mereka memang sudah menargetkan emas yang sudah berbentuk perhiasan agar mudah dijual.

Selain menyita 3 kilogram emas hasil perampokan, petugas juga berhasil mengamankan tujuh buah senjata api rakitan yang digunakan untuk mengancam saat beraksi. Komplotan ini sudah beraksi di tiga TKP, yakni Toko Mas Surya Kencana di Bulakamba Brebes, serta Toko Mas Dedy Jaya, di Ketanggungan, Brebes dan terakhir Toko Mas Jaya Putera di Bulakamba Brebes.

Keenam pelaku ditangkap dalam sebuah penggerebekan di kawasan Baturraden, Banyumas pada Rabu (17/6) dinihari atau beberapa jam setelah aksi terakhir di Bulakamba. Mereka adalah Arum Yusup (32) warga Tangerang, Ridwan (35) warga Jakarta Pusat, Asep (51) warga Cipondoh Tangerang, Anton Sujarwo (29) warga Bekasi, Muhammad Rofi (40) warga Kudus, dan otak perampokan yang merupkan pedagang helm bernama Hadi Handoyo (35) warga Jakarta Selatan.

Untuk menentukan lokasi yang akan dijadikan sasaran, salah satu anggota komplotan, Hadi Handoyo berkedok sebagai penjual helm. Dialah yang memberi informasi kondisi terakhir sasaran sebelum melakukan aksi. (yas)

 

 

You might also like

Comments are closed.