Kompol Ana Maria Berharap Polwan Lebih Profesional

Kapolsek Tugu Kompol Ana Maria Retnowati Foto: metrosemarang.com/ahmad wakid
Kapolsek Tugu Kompol Ana Maria Retnowati
Foto: metrosemarang.com/ahmad wakid

POLISI Wanita tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka juga bisa sejajar dengan kompatriotnya dari kaum Adam. Perempuan yang satu ini juga sudah membuktikan bahwa dirinya layak menjadi elemen penting dalam terwujudnya stabilitas keamanan di Kota Semarang, khususnya Kecamatan Tugu dan sekitarnya.

Kompol Ana Maria Retnowati, SH, MH merupakan satu-satunya polisi wanita yang mendapat kepercayaan untuk memimpin wilayah. Sejak Juni 2013 silam, ibu dari Patrick Setya Bareta (22) dan Dimetrius Dimas Bareta (17) itu didapuk sebagai Kapolsek Tugu.

Di hari ulang tahun Polwan ke-67 ini, Ana berharap agar rekan-rekan sejawatnya juga diberi porsi yang sama dengan polisi pria.

“Semoga kuota sepertiga untuk para Polwan bisa terpenuhi. Buktinya, sekarang hanya ada satu orang saja Kapolsek yang berasal dari Polwan di Kota Semarang ini,” ucapnya saat berbincang dengan metrosemarang.com, Selasa (1/9).

Ana pun tak pernah merasa minder ketika harus bersaing dengan pria. Buktinya, sampai saat ini dia masih dipercaya memimpin 105 anggota polisi di Polsek Tugu, yang didominasi pria. Pengalamannya selama hampir 30 tahun berkarir di kepolisian juga turut membentuk karakternya.

Mengawali karir sebagai anggota Bintara di Ciputat Jakarta pada tahun 1987/1988, kemudian berhasil menjadi perwira pada tahun 2001/2002. Selanjutnya pada tahun 2011, Ana mengikuti Sespimma Polri di Ciputat.

Polwan asli Semarang ini juga pernah menjabat sebagai Kanit Reskrim Genuk, RPK/ PAA di Polrestabes Semarang, Unit Garda Reskrim Polrestabes Semarang, Bidkum Polda Jateng, dan di Direktorat Reskrim Polda Jateng. Jabatan terakhirnya sebelum menjadi Kapolsek Tugu, yaitu sebagai Wakapolsek Semarang Barat 2011- Juni 2013.

Istri almarhum Yohanes Subandria ini menambahkan, Polwan harus bisa berkompetisi secara profesional dan dengan cara yang baik. “Polwan harus bekerja dengan tekun dan lebih rajin. Mereka juga harus terus belajar. Jangan pernah merasa puas agar tidak stagnan, terutama bagi para Polwan muda,” tutur wanita kelahiran 25 Mei 1967 itu.

Selama kepemimpinannya, tindak kejahatan dan kriminalitas di Kecamatan Tugu relatif rendah. Namun, Ana mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada. “Masyarakat harus bisa menjadi ‘polisi’ bagi dirinya sendiri, agar kejahatan dan kriminalitas bisa ditekan,” tutupnya. (CR-02)

You might also like

Comments are closed.